Komisi E Siap Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Agung

Portaltiga.com – Potensi erupsi Gunung Agung di Bali mendapat perhatian serius DPRD Jawa Timur. Pasalnya, erupsinya berdampak pada sejumlah daerah di Jatim, terutama Kabupaten Banyuwangi dan Sumenep.

Ketua Komisi E DPRD Jatim Agung Mulyono menegaskan pihaknya siap turun tangan mengatasi dampak erupsi gunung berapi yang saat ini sudah pada level status awas tersebut.

Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Dokter Agung itu mengungkapkan, pihaknya mengimbau kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim untuk turun ke lokasi daerah yang berpotensi terkena dampak erupsi Gunung Agung. Terlebih kalau dilihat kasat mata gunung berapi yang terakhir meletus pada tahun 1963 itu bisa sewaktu-waktu memuntahkan lahar panas dari perut bumi.

“Secara prinsip saya bersama teman-teman di Komisi E siap turun tangan mengatasi dampak erupsi Gunung Agung. BPBD juga sudah kami imbau agar segera turun ke lokasi yang berpotensi terkena dampak erupsi. Preventive action perlu dilakukan,” tegas politisi kelahiran Banyuwangi ini, Senin (25/9/2017).

Agung menambahkan, langkah preventive action lain yang harus dilakukan oleh BPBD Jatim adalah menyiapkan masker sebanyak-banyaknya. Karena erupsi Gunung Agung diprediksi akan terbawa angina kearah Barat. Akibatnya debu vulkanik gunung terbesar di Bali itu akan mengarah ke Surabaya.

Karena itu, untuk menjaga kesehatan warga Surabaya perlu disiapkan stok masker yang cukup. Sehingga bila terjadi erupsi dampak gangguan kesehatan akibat debu vulkanik bisa diminimalisir. Terutama bagi masyarakat yang harus tetap beraktifitas di luar rumah.

“Debu vulkanik dari erupsi Gunung Agung harus diantisipasi. Karena itu stok masker yang cukup harus disiapkan oleh BPBD Jatim,” imbuh alumni Fakultas Kedokteran Unair tersebut.

Pimpinan Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat ini mengingatkan, langkah corrective action juga harus dilakukan oleh BPBD Jatim. Karena itu koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota harus dilakukan.

Agung mengingatkan, BPBD Jatim harus menyiapkan lokasi pengungsian terutama di daerah Banyuwangi. Mengingat, dekatnya jarak antara Bali dengan Banyuwangi berpotensi mengalirnya pengungsi ke wilayah Banyuwangi. Terlebih banyak warga asal Banyuwangi yang menetap atau mencari nafkah di Bali.

“Selain lokasi, kebutuhan tenda selimut dan dapur umum harus siap. Tentunya juga termasuk obat-obatan. Ini mengantisipasi mengalirnya pengungsi dari Bali ke Banyuwangi,” urai dia. (abi)

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION