BEM FISIP Unair Ambil Sikap Tegas Terkait Survei Puspek FISIP Unair

Portaltiga.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unair dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Unair membererikan sikapnya terkait survei politik yang dilakukan oleh Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puspek) FISIP Unair.

Seperti diberitakan sebelumnya, PUSPEK merilis hasil survei terkait pilgub jatim yang memberikan keunggulan elektabilitas untuk Gus Ipul-Puti dengan 47,25 persen dan Khofifah-Emil sebesar 42,25 persen.

Wapres BEM FISIP Unair, Fahmi melalui keterangan tertulisnya memberikan sikap bahwa hasil survei tersebut telah mencederai nilai dan norma akademik.

“BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) FISIP Unair sebagai representasi mahasiswa FISIP Unair menolak segala bentuk kegiatan Politisasi Dunia Akademis yang menciderai nilai dan norma akademik,” tulisnya.

Ia juga mempertanyakan hasil survei yang dinilai terdapat kejanggalan dalam melakukan proses surveinya.

“BEM FISIP Unair Mempertanyakan tranparansi anggaran survei yang dilakukan oleh Puspek (Pusat Kajian Pebangunan dan Pengelolaan Konflik FISIP Unair), karena terdapat beberapa kejanggalan mengenai transparansi aliran dana yang digunakan untuk survei, (Jika benar telah dilakukan survei maka siapa yang membiayai survei tersebut, apakah pihak kampus atau dari pihak ketiga. Jika pihak ketiga yang membiayai siapa yang membiayai,” tambahnya.

Fahmi juga meminta pihak Unair mengambil sikap jika memang ada hal yang dinilai menyalahi aturan universitas.

“Menuntut pihak Universitas (Rektorat dan Dekanat FISIP Unair) untuk mengambil sikap tegas terhadap lembaga terkait yakni Puspek dan Dosen yang terlibat didalam permasalahan tersebut jika terbukti melakukan pelanggaran,” jelasnya.

Fahmi pun menjelaskan akan membentuk tim investigasi independen untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat.

“BEM dan BLM FISIP telah membentuk tim investigasi pencari fakta untuk menelusuri peristiwa tersebut, temuan-temuan hasil investigasi akan disampaikan ke publik sebagai upaya klarifikasi atas kontroversi hasil survei,” Pungkasnya. (tim/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION