Bambang DH Sayangkan Risma Yang Larang Wartawan Meliput

Portaltiga.com – Tragedi pelarangan liputan kepada wartawan oleh Pemkot Surabaya semakin berbuntut panjang. Banyak pihak yang mengkritik terjadinya insiden tersebut. Tak terkecuali mantan Walikota Surabaya Bambang DH.

Bambang DH yang juga merupakan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan menyayangkan terjadinya insiden pelarangan liputan kepada wartawan yang meliput kegiatan di rumah dinas Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Menurutnya, sikap kurang patut yang dilakukan Risma dapat membuat citra partai semakin merosot.

“Dengan kejadian tersebut jelas ini mencoreng citra partai.” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Bambang juga mengingatkan Risma, bahwa para pekerja jurnalis tidak boleh dilarang untuk melakukan liputan karena sudah dilindungi oleh Undang-undang yang berlaku.

“Sehingga siapapun yang melarang atau alergi terhadap wartawan itu pelanggaran berat,” jelasnya.

Bambang DH yang kini menjadi elit politik di DPP PDI Perjuangan menyarankan kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, bahwa kinerja Kepala Daerah tidak bisa hanya mengandalkan anak buahnya atau SKPD, tapi juga bermitra dengan media itu sangat utama.

Bambang juga menilai wartawan menjadi pilar utama untuk mengetahui soal fakta yang terjadi di lapangan.

“Nah kalau wartawan kan fakta apa yang dilihat sesuai dengan laporannya. Jadi ketika hal itu ditanyakan ke Walikota, ya Bu Risma jangan marah dong, apalagi sampai ga mau ketemu dengan wartawan,” Ungkapnya.

Sementara itu Ketua PWI Jatim, Achmad Munir akan segera memberi klarifikasi soal Risma yang melarang wartawan meliput di rumah dinas Walikota, Tri Rismaharini.

Munir menambahkan, PWI Jatim akan beck up masalah insiden reporter JTV yang dilarang oleh Walikota Surabaya Risma, dan segera dimintai klarifikasi, jangan sampai persoalan ini malah reporternya yang menjadi korban. “PWI Jatim akan back up penuh persoalan ini,” Kata Munir saat dihubungi via telpon, Kamis (11/10/2018). (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION