Surplus Listrik 2.000 MW Diharapkan Dapat Dimanfaatkan Kalangan Industri Di Jatim

Portaltiga.com-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jawa Timur memperkirakan surplus listrik di Jawa Timur akan terus semakin besar, indikasi ini terlihat dari beroperasinya beberapa pembangkit listrik baru yang masuk dalam program percepatan pembangunan 35.000 Mega Watt (MW).

Di Jawa Timur sendiri, PLN memastikan saat ini adanya surplus listrik sebesar 2.000 MW. Namun surplus tersebut sejauh ini belum dimanfaatkan oleh pelanggan dari berbagai segmen, terutama di segmen industri. Kondisi surplus ini diperkirakan akan semakin besar terlebih jika pembangkit-pembangkit baru yang dibangun di Jawa Tengah dan Jawa Barat juga mulai beroperas. Karena selama ini surplus listrik Jatim yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan daerah tersebut akan dihentikan.

Manager Bidang Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jawa Timur, G.WisnuYulianto, mengatakan, dari total pembangkit di Jatim sebesar 8600 MW dengan beban puncak sekitar 5600, dan  yang dikirim ke Bali sebesar 300-400 MW, dan yang dikirim ke wilayah Barat seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat sebesar 1400-1500 MW, artinya masih ada sisa kurang lebih 2.000 MW

“Nah surplus 2.000 MW ini diharapkan bisa diserap oleh kalangan industri yang pemakaian listriknya jauh lebih tinggi, dibanding pelanggan lainnya.”ujarnya, kepada wartawan, di sela acara diskusi media tentang ketenagalistrikan dengan tema ‘Surplus Listrik 2.000 MW Jatim Akan Dibawa Kemana?” yang diselenggarakan oleh Pokja Wartawan PLN, di Surabaya, Rabu (22/0616).

Ia menjelaskan, berbagai opsi tengah diupayakan sebagai jalan keluar terkait kelebihan pasokan listrik di Jawa Timur ini. Diantaranya, opsi jemput ola dengan membangun infrastruktur pendukung di kawasan-kawasan yang bakal dijadikan kawasan indsutri oleh Pemda Tingkat II baik, Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten yang ada di Jatim.

Kalangan industri sendiri, tambah Wisnu, menuntut ketersediaan infrasttuktur pendukung yang memadai, termasuk didalamnya pasokan listrik berbiaya rendah sebelum mereka memutuskan masuk berinvestasi dan membangun pabrik di suatu kawasan industri. Dengan adanya surplus 2.000 MW benar-benar memang kita membidik segmen industri.

Lebih lanjut Wisnu mengatakan, di Jatim sendiri saat ini ada empat pembangkit baru berenaga batu bara dan gas yang diperkirakan beroperasi hingga 2018. Keempat pembangkit tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik dengan kapasitas 800  MW akan beroperasi pada tahun 2018.

“Dan PLTGU Peaker Perak Surabaya dengan kapasitas 500 MW berooperasi tahun 2017, PLTGU Peaker Grati Pasuruan dengan kapasitas 450 MW, dan PLTU Tanjung Awar-Awar berkapasitas 350 MW yang akan beroperasi tahun ini juga.”ungkapnya. (Trisna)

 

JOIN THE DISCUSSION