Siapa Sangka Danlanud Surabaya Jatuh Hati Pada Ariel – Red Hunter 1952

Portaltiga.com – Mulai kembali menggemari motor tua di tahun 2017 komandan TNI AU Lanud Surabaya Kolonel Penerbang Rudi Iskandar ternyata jatuh hati pada Ariel – Red Hunter buatan inggris tahun 1952.

Mari kita kupas Ariel – Red Hunter milik sang Komandan. Motor ini didapat di acara ulang tahun salah satu club motor antik yang ada di Surabaya. Saat itu komandan membarter dengan motornya BSA M 20 pertama yang baru di dapatkan dari Solo.

Komandan tertarik Ariel – Red Hunter karena ketangguhan mesinnya. Ariel – Red Hunter merupakan produk motor unggulan di era kejayaan industri di Inggris. Banyak yang memuji akselerasi dan handling dari Ariel – Red Hunter.

Ariel – Red Hunter didapat dengan kondisi butuh rekondisi di beberapa bagian. Untuk mengatasi hal tersebut, komandan mempercayakan pengerjaan restorasi tunggangannya kepada Cak Ndut, sang mekanik kawakan PEMUDI’S (Penggemar Montor Udhug Indonesia Soerabaia) yang memiliki bengkel di daerah Semolowaru.


Banyak yang meragukan Ariel – Red Hunter tidak akan menjadi sempurna karena beberapa bagian motor sulit di cari. Namun sambil tersenyum dan menghisap kreteknya Cak Ndut menjamin pasti nanti akan memuaskan.

“Pokoknya tenang aja mas, saya jamin ariel keluar dari sini tidak akan mengecewakan dan dijamin bisa menjadi motor kebanggaan komandan nantinya hehehe,” ujar Cak Ndut kepada ajudan komandan.

Pengerjaan pertama Cak Ndut membongkar total Ariel hingga menjadi bagian-bagian kecil.

“Untuk awal mau saya tata dan rapikan dulu perbagiannya, tahap berikutnya baru pengecatan,” jelasnya.

Setelah semua dibongkar, Cak Ndut mempercayakan proses pengecatan frame dan body kepada Cak Usup asistennya, Cak ndut fokus merestorasi mesin Ariel – Red Hunter secara perlahan. Penggantian part mulai dari piston yang sudah aus, pompa oli orisinil yang didatangkan dari Inggris, kemudian dilanjutkan penataan kembali pengapian yang sudah tidak normal.

Saat frame sudah selesai mesin pun siap dinaikkan. Cak ndut mulai menata perlahan tiap bagian dari Ariel –red Hunter milik komandan. Bagian body lainnya masih dalam proses pengecatan. Cat yang di pilih adalah cat warna asli. Karena Komandan ingin mengembalikan Ariel ke bentuk semula.

Sesekali saat akhir minggu, komandan bersama ajudannya datang dan melihat penggarapan motor kesayangannya itu. kadang juga komandan membawakan pernik-pernik Ariel dari hasil perburuannya di pasar klitikan di tiap event motor.

Tampak raut muka senang di wajah Cak Ndut, ia begitu hapal dan meresapi saat menggarap Ariel – Red Hunter karena tak disangka motor Ariel adalah motor idola dan kesukaan cak ndut.

Beberapa bagian mulai terpasang dan pengecatan telah selesai, sentuhan akhir adalah penataan suspensi depan dan belakang untuk menambah kenyamanan pada saat berkendara. Setelah semuanya selesai cak ndut mulai pada tahapan akhir, yaitu memasang detail pernak-pernik Ariel. Test ride dilakukan dengan membawa motor ke kediaman Komandan di Perumahan TNI AU Lanud Surabaya.

Ternyata Cak Ndut sudah di tunggu Komandan dan anak-anaknya. Saat Komandan Test Ride pertama, Cak Ndut sempat deg-degan. Tapi syukurlah test ride lancar dan Komandan senang.

“Ini baru motor, tarikannya mantap” ujar Kolonel Penerbang Rudi Iskandar Komandan TNI AU Lanud Surabaya saat ditemui di rumahnya, Kamis (7/2/2018).

Akhirnya Ariel – Red Hunter dengan masa restorsasi 6 bulan lahir dengan wajah baru yang klasik dan macho. Pertama kali Ariel – Red Hunter dikendarai komandan saat silaturahmi ke MACI Sidoarjo. Pada saat kumpul wajib, banyak yang memuji hasil dari restorasi yang dilakukan Cak Ndut yang membuat motor ini tampak berbeda dan baru. Begitu juga saat kumpul wajib di bambu runcing, Surabaya banyak pujian dan apresiasi untuk Restorasi Ariel – Red Hunter tahun 1952 ini.

Untuk biaya restorasi Cak Ndut tak mau menyampaikan detailnya. “sampean iso ngiro dewe ntek piro (anda bisa memperkirakan berapa biaya restorasinya: Red) mas,” ucapnya sambil tertawa. (doy/tea)

 

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION