Proses Kreatif Film Hujan Bulan Juni, Butuh Kejujuran

Portaltiga.com – Bagi sutradara Reni Nurcahyo Hestu Saputra, mengalihwahanakan puisi dan novel–apalagi karya Sapardi Djoko Damono, merupakan suatu tantangan dan pencapaian kreatif baru.

Hestu mengatakan, butuh kejujuran dalam bertutur pada serapan makna atas kehadiran puisi Hujan Bulan Juni yang dia baca. Kejujuran itu dia masukkan dalam sebuah konsep penyutradaraan film, yang kemudian menjadi latar belakang dari embrio puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi.

Sejumlah kutipan puisi karya Sapardi turut tersemat dalam film yang tentu saja menonjolkan sisi romantisme dua sejoli itu. Anda yang sudah pernah membaca novel karya Sapardi dengan judul yang sama pasti sudah merasa tak asing dan menikmati bait demi bait puisi yang dihadirkan.

Hanya saja, kisah yang hadir dari satu scene ke scene lainnya terasa begitu lama, sehingga film terkesan sangat lama. Selain itu, cerita dalam film relatif datar sehingga cenderung tak bisa memainkan emosi penonton.

Hujan Bulan Juni terasa semarak lewat hadirnya Sapardi, yang berperan sebagai Pak Hadi, ayah Sarwono, Jajang C. Noer sebagai ibu Sarwono, Sundari Soekontjo (Hartini, ibunda Pingkan), Ira Wibowo dan Surya Saputra.

Film tayang serentak di bioskop tanah air pada 2 November 2017 mendatang. (ant/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »