Headline News

MenkumHam Ingatkan Tim PORA Bertindak Proporsional Dan Profesional 

14/11/2017
22 Views

Portaltiga.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHam) Yasonna H Laoly mengingatkan Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) untuk bertindak secara proporsional dan profesional ketika menemukan ada pelanggaran dari Warga Negara Asing (WNA) supaya tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu.

“Saya berharap kepada Tim PORA melakukan pengawasan yang profesional dan proporsional agar tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan,” katanya pada acara pelantikan Tim PORA wilayah Jatim di Surabaya, Selasa (14/11/2017).
Dijelaskan, memang banyak kadang-kadang hoax yang disampaikan beberapa pihak dengan data tidak benar, seolah-olah Indonesia diserbu puluhan ribu tenaga ilegal. Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu itu, karena akan bisa menimbulkan kegaduhan.

“Tugas kita mengawasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah, masyarakat untuk mengawasi orang-orang yang menyalahgunakan ijin tinggal dan izin keimigrasian tidak benar,” ujar politisi dari PDI Perjuangan itu.

Pihaknya khawatir, ketika tindakan dilakukan secara tidak profesional dan proporsional hingga berujung kegaduhan, akan menghambat investasi yang masuk ke Indonesia. “Memang kita harus meningkatkan pengawasan terhadap orang asing (WNA). Tapi jangan sampai ada kegaduhan. Itu yang ingin saya tekankan,” tandasnya.

Penyalahgunaan izin tinggal warga negara asing, menurutnya, tidak hanya terjadi di Indonesia. Di seluruh dunia, banyak orang asing yang menyalahgunakan izin tinggal. Bahkan, Indonesia juga mengalami masalah dengan warga negaranya di berbagai negara, seperti Malaysia dan Hongkong.

Ada dua juta lebih warga negara kita tinggal di Malaysia yang harus bekerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Dalam waktu dekat Presiden Jokowi akan berkunjung ke Kucing untuk menyelesaikan berbagai persoalan, karena ada warga negara kita disana yang sudah lama tinggal tapi tidak memiliki dokumen keimigrasian,” ungkapnya.

Yasonna mengakui jumlah kunjungan WNA, khususnya dengan tujuan berwisata ke Indonesia, tiap tahun terus mengalami peningkatan. Apalagi sebanyak 169 negara saat ini sudah dinyatakan bebas visa untuk masuk ke Indonesia. Mereka ke Indonesia karena ada banyak kepentingan.

” Ada yang berwisata, bekerja dan bahkan berniat berbuat kejahatan. Sekarang semua negara sedang berlomba untuk mendapat investasi. Iklim investasi harus dijaga, tapi tindak pengawasan harus tetap proporsional. Mari lakukan pengawasan dengan baik,” tuturnya. (bmw/abi)

Leave A Comment