Jelang BOT Hi Tech Mall, Pedagang IT Masih Dapat Berjualan

Portaltiga.com – Jelang berakhirnya perjanjian Build Operate Tranfers (BOT) antara Pemkot Surabaya dengan PT Sasana Boga pada tanggal 31 Maret mendatang, pedagang dan pemilik di Hi Tech Mall Surabaya masih memilik kemungkinan untuk tetap berjualan di dalam gedung Hi Tech Mall.

Ketua DPRD Surabaya, Armuji menjamin pasca berakhirnya perjanjian tidak akan terjadi pengosongan. Penegasan tersebut disampaikan saat menemui ratusan pedagang di Hitech Mall.

“Semoga pedagang tetap dan bisa menghuni gedung ini (Hi Tech Mall) kembali,” ujar Armuji di hadapan ratusan pedagang, Rabu (20/3/2019).

Menurut Armuji, saat ini yang dibutuhkan pedagang adalah kepastian tidak pengosongan pasca tanggal 31 Maret. Sementara untuk mekanismenya politisi dari PDIP ini enggan menjelaskan.

“Mekanismenya seperti apa tak simpan dulu biar tidak ditulis media. Yang penting pedagang tetap di sini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Caleg DPRD Jatim ini berkesan agar para pedagang terus berkoordinasi dengan paguyupan. Oleh karena itu, dirinya bersama anggota dewan yang lainya berkomitmen mendampingi perjuangan para pedagang.

“Yang penting jangan membingungkan Pemkot. Saya akan terus menjalin komunikasi dengan paguyupan,” pesan politisi senior ini.

Anggota Komisi A (hukum dan pemerintahan) DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krisna menambahkan anggota dewan siap bersama-sama dalam memperjuangkan nasib para pedagang.

“Tidak ada satupun dari kami yang tidak berjuang demi masyarakat,” tandas politisi dari Partai Golkar ini.

Sementara Ketua Paguyupan Pedagang IT dan UMKM Hi Tech Mall Surabaya, Rudy Abdullah mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis satu pekan sebelum perjanjian antara Pemkot Surabaya dengan PT Sasana Boga berakhir.

Rudy menyebutkan, saat yang dibutuhkan pedagang adalah jaminan keamanan. Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya untuk keamanan di Hi Tech Mall.

“Kita sudah meminta bantuan termasuk ke Ramayana yang ada di lantai satu,” kara Rudy Abdullah.

Menurutnya, saat ini yang membuat resah para pedagang adalah kekhawatiran adanya penutupan dan pengosongan setelah tanggal 31 Maret. Meski demikian, pihaknya berharap pedagang tetap tenang.

“Kalaupun ada pengosongan, kita berharap hanya dilakukan satu hari hanya pada tanggal 31 Maret,” harap Rudy Abdullah.

Ditanya soal kemungkinan pengembalian kunci stan oleh pedagang, pria berambut gondrong ini meminta pedagang menunggu petunjuk berikutnya dari paguyupan dan anggota dewan.

“Yang lain biar kami yang mikir. Yang penting pedagang tetap kompak,” pungkasnya. (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »