Hujan Rintik-Rintik Iringi Istighosah Akbar “Mengetuk Pintu Langit”

Portaltiga.com – Istighosah Akbar “Mengetuk Pintu Langit” yang digelar di Kampung Jakcloth, Jl Slamet Riyadi, Jember, Ahad (15/4/2018), dihadiri puluhan ribu orang. Hujan rintik-rintik turut mengiringi kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno yang dikemas dalam acara istighosah ini.

Puluhan ribuan massa gabungan empat partai pendukung Gus Ipul-Puti, muslimat NU dan warga Jember itu tak beranjak dari lokasi acara. Mereka rela berpanas-panasan dan kehujanan untuk melihat dan mendengarkan orasi Gus Ipul-Puti.

Sebelum turun hujan rintik-rintik, cuaca di lokasi acara sangat panas. Namun, sebelum acara dimulai tiba-tiba mendung dan turun hujan rintik-rintik. Hingga acara berakhir, hujan rintik-rintik tetap turun dari langit.

‘Semoga dengan niat tulus bersama Gus Ipul maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, mendapat ridhoNya. Keberkahan itu terlihat dari mendung dan curahan hujan ditengah berlangsungnya istighosah,” kata Puti.

Gus Ipul menambahkan bersama Puti, dirinya ingin menjadikan Jatim makmur. Tidak hanya kotanya yang makmur, desa juga harus makmur. Seperti, program Satu Triliun (Satria) yang akan dilaksanakan di Madura.

“Kalau madura maju yang diuntungkan Surabaya. Masyarakat Madura tidak perlu urbanisasi lagi. Insya Allah dengan program Satria ini, Madura tidak akan tertinggal lagi,” ujarnya.

Istighosah ini, dihadiri Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, ketua dan perwakilan dari partai pengusung, yakni PDIP, PKB, PKS dan Gerindra. Serta, sejumlah kiai sepuh, diantaranya adalah KH Zainuddin Jazuli dari Ploso Kediri, KH Kholil As’ad dari Situbondo, KH Anwar Mansur (Lirboyo Kediri), KH Anwar Iskandar (Al Amin Kediri, dan KH Nurul Huda Jazuli (Ploso Kediri).

Ada juga, KH Miftahul Akhyar (Surabaya), KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri Pasuruan), KH Agus Ali Masyhuri (Bumi Sholawat Sidoarjo), KH Moh Hasan Mutawakil Allalah (Genggong Probolinggo), KH Fu’ad Jazuli (Ploso Kediri), KH Idris Hamid (Pasuruan) dan KH Ubaidillah Faqih (Langitan Tuban). (bmw/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION