Hore, KBS Berhasil Tetaskan Telur Komodo Terbanyak

Portaltiga.com – Kabar gembira datang dari Kebun Binatang Surabaya (KBS). Pasalnya, pengelola KBS yakni PD Taman Satwa telah berhasil menetaskan telur komodo sebanyak 74 telur. Dengan menetasnya telur ini, jumlah komodo di KBS kini 142 ekor.

Direktur Utama PD Taman Satwa KBS, Chairul Anwar, mengatakan proses penetasan telur komodo ini berlangsung mulai Januari hingga Februari 2019. Sebanyak 74 telur yang menetas ini dari tujuh indukan komodo yang juga koleksi KBS.

“Telur-telur itu menetas setelah diinkubasi pada Juli hingga Agustus 2018, lalu menetas di periode Januari hingga Februari 2019,” ungkapnya, Selasa (05/03/2019).

Menurut dia, penetasan 74 ekor komodo ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Diungkapkan, dalam penanganan Lembaga Konservasi (LK), umumnya penetasan paling banyak 15-20 ekor.

“Kebanggaan tersendiri bagi kami bisa menetaskan komodo dengan jumlah itu, apalagi komodo jenis kadal terbesar di dunia dan binatang langka yang dilindungi,” jelasnya.

Chairul Anwar kemudian menjelaskan proses penetasan komodo tersebut. Menurutnya, selama tujuh indukan komodo yang terindikasi hendak bertelur, tim keeper KBS melakukan pengamatan intensif. Komodo diawasi 24 jam agar telur komodo tidak dirusak komodo lain.

Selama masa itu, tim KBS juga melakukan dokumentasi. Selanjutnya, begitu komodo diketahui bertelur, tim mengambil telur-telur tersebut. “Kemudian dibawa ke bagian nursery untuk diinkubasi,” terangnya.

Masa inkubasi ini yang paling lama. Dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh bulan bagi telur untuk menetas. Selama masa itu, tim tetap melakukan pengawasan. Jika ada yang rusak atau diperkirakan tidak dapat menetas, telur harus segera dikeluarkan dari inkubator.

Menurut Chairul Anwar, telur menetas secara bervariasi atau tidak bersamaan. “Jika sudah menetas, anak komodo langsung dipindahkan agar tidak mengganggu telur lain yang belum menetas, nah, dalam periode itu, akhirnya menetas 74 komodo,” terangnya.

Apakah KBS akan melakukan pertukaran komodo? Chairul Anwar menyatakan hal tersebut bisa saja terjadi. Namun, dalam prosesnya membutuhkan prosedur ketat. Sebab, lembaga yang ingin “meminjam” komodo KBS untuk penangkaran harus memiliki izin dari presiden.

Yang jelas, ia memastikan dengan penambahan 74 komodo itu KBS tidak overpopulasi. Pihaknya siap menampung dan memelihara komodo-komodo tersebut. “Kita tinggal melebarkan kandang, itu bisa kita atasi,” tegasnya. (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION