portaltiga.com
Politika

Forum Aktivis Milenial: Relawan Cagub Jangan Sebarkan Hoax

Portaltiga.com – Munculnya berita anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI membagikan bantuan diselipi stiker paslon Khofifah-Emil Dardak di Lamongan beberapa waktu lalu disesalkan perwakilan masyarakat Jawa Timur. Terbukti, dari hasil pemeriksaan Panwaslu Lamongan, kejadian itu tidak benar alias hanya berita hoax.

Haris Sofwanul Faqih, Koordinator Forum Aktivis Milenial Jawa Timur meminta kepada partai pendukung dan relawan paslon gubernur/wakil gubernur untuk bersikap santun tidak menyebarkan berita hoax. Iapun menyarankan kepada pihak-pihak yang menyebarkan kepalsuan itu, khususnya relawan-relawan paslon nomer 2 lebih baik diganti dengan memberikan edukasi politik yang benar terhadap paslon yang didukung.

“Jangan menjadikan fitnah dan hoax itu jadi tombak kemenangan. Orang yang sering menghujat dan menjatuhkan salah satu paslon itu pasti dilakukan oleh paslon yang punya ambisius tinggi,” terang anak muda yang akrab disapa Bogel ini, Ahad (29/4/2018).

Alumni organisasi PMII ini juga mengaku heran dengan adanya posko pengaduan penyalahgunaan PKH. Apalagi posko itu dibentuk oleh barisan pendukung paslon gubernur yang sudah pasti tujuannya kearah pilgub Jatim. Sebaiknya, urusan pengawasan terkait proses penyelenggaraan pilgub itu sudah jadi kewenangan bawaslu/panwaslu. “Sangat kurang kerjaan kalau itu dilakukan oleh tim pendukung paslon, apa mereka sudah tidak percaya atau mau mengambil alih kerjanya bawaslu,” herannya.

Ia mengartikan, jika hal ini terus dibesar-besarkan, maka barang tentu sudah ada agenda skenario mau mengganggu jalannya pilgub jatim yang demokratis ini. Karena sudah sangat terlihat tidak mendidik masyarakat, jauh dari tujuan suksesnya pilgub ini yang bersih jauh dari konflik.

“Ini berarti, ada tujuan besar dari diciptakannya isu yang mengada-ada itu untuk melakukan politik yang kurang bermartabat dan kotor,” tudingnya.

Bogel berharap Pilgub Jatim ini tidak ada satupun menciptakan kegaduhan politik. Dengan tujuan agar masyarakat semakin tidak bisa membaca arah situasi politiknya kemana. Apalagi dilakukan dengan tujuan sangat tidak mendidik dan terkesan mendzolimi paslon nomer satu.

“Apalagi menggunakan sarana dan fakta yang itu bohong dan hoax, ini kan tidak mendidik, sebaiknya dihentikan dan minta maaf,” ucapnya.

Bogel juga mengaku, bila dirinya banyak berkawan dengan para relawan pendamping PKH. Sepanjang yang ia tahu, semuanya berjalan masih sesuai SOP (Standar operasional prosedur), dan tidak menggunakan politik praktis untuk kepentingan pilgub. Masyarakat sendiri sangat merasakan manfaatnya dari PKH itu. Beberapa pelosok desa program itu tetap berjalan terus menerus. Karena dapat mengurangi beban masyarakat miskin yang saat ini sedang dihimpit oleh naiknya harga kebutuhan pokok.

“Makanya Saya tidak percaya ada bantuan PKH Diselipi stiker paslon Khofifah-Emil, karena saya tahu sendiri teman-teman anggota PKH itu sangat jujur dalam bekerja, apalagi dalam menyalurkan program pemerintah yang sangat bermanfaat untuk rakyat kecil ini,” pungkasnya. (abd/abi)

Related posts

Hujan Rintik-Rintik Iringi Istighosah Akbar “Mengetuk Pintu Langit”

admin

Apa Efek Azwar Anas Dipasangkan Gus Ipul? Ini Analisis The Initiative Institute

admin

Khofifah Secara Lisan Sudah Lapor Presiden

admin