Forkot Tolak JIIPE Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Portaltiga.com – Puluhan aktifis Forum Kota (Forkot) Gresik melakukan aksi di depan Java Integrated Industrial end Ports Estate (JIIPE), Kamis (7/11/2019). Mereka menolak JIIPE menajdi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),

Massa Forkot melakukan aksi di tepi jalan raya selama empat puluh menit, yang sempat menimbulkan kemacetan jalan raya Manyar meski tidak berlangsung lama. Massa aksi kemudian merangsek masuk ke pintu keluar terminal JIIPE yang dijaga puluhan petugas dari Polres Gresik dan security JIIPE.

Dengan membawa spanduk dan bergantia berorasi, massa aksi meminta manajemen JIIPE untuk keluar menemui, tidak berlangsung lama humas JIIPE datang bertemu massa Forkot.

Haris S Faqih koordinator massa aksi mengatakan Forkot menolak JIIPE dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus karena JIIPE belum menuntaskan permasalahan yang ada seperti sengketa tanah, tanggung jawab merekrut 100 persen tenaga lokal berlum terwujudkan.

“Kami menolak perubahan kawasan industri JIIPE menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Anggapan kita, JIIPE belum selesai melaksanakan persoalan sengketa tanah dan belum 100 persen merekrut tenaga lokal,” kata Faris.

Menurut Faris, perubahan dari JIIPE ke KEK itu hanya menguntungkan pemodal atau perusahaan asing, untuk itu Forkot menolaknya.

“Hari ini mereka mencoba untuk menaikkan status menjadi KEK untuk mendapatkan bebrapa fasilitas yang sudah di sosialisasikan presiden. Perubahan status JIIPE itu bisa mengurangi pendapatan daerah. Itu anggapan kami,” ujar Haris.

Jika pihak manajemen JIIPE tidak mau berdialog, lanjut Haris, Forkot berjanji akan kembali melakukan aksi lebih besar bersama masyarakat Gresik.

“Kita akan kembali ke sini (JIIPE) jika tuntutan kami tidak digubris. Kita memberi waktu dua minggu kedepan dengan massa yang lebih banyak,” kata Haris. (tbk/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »