Forkot Gresik Tolak Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Penjelasan JIIPE

Portaltiga.com – Java Integrated Industrial end Ports Estate (JIIPE) Gresik rencananya akan alih status menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk lebih memudahkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, rencana alih status tersebut mendapatkan reaksi dari Forum Kota (Forkot) Gresik. Mereka melakukan penolakan dengan menggelar aksi demo, Kamis (7/11/2019), di depan pintu masuk JIIPE kawasan Manyar.

Kepada awak media, Mifti Haris humas Daerah Kawasan Manyar Sejahtera (DKMS) pengelola JIIPE menjelaskan KEK itu menjadi domain pemerintah bukan domain perusahaan. Secara internal JIIPE sangat berharap menjadi kawasan KEK.

“Kita sangat berharap. Perubahan itu bukan izin atau apa, tapi penunjukan dari pemerintah satu daerah ditetapkan sebagai KEK. Itu domain pemerintah, KEK bukan domain perusahaan,” kata Mifti.

Mifti melanjutkan, pihaknya akan menyambut baik jika JIIPE dijadikan KEK. Semua daerah ingin dijadikan kawasan KEK, selain untuk memudahkan investasi, KEK juga untuk pertumbuhan ekonomi.

“Semua daerah pasti ingin menjadi Kawasan Ekonomi Khusus karena untuk pertumbuhan ekonomi daerah dan mempermudah investasi,” ucapnya.

Mifti melanjutkan sebelum Forkot melakukan aksi demo, pihaknya sudah berusaha melakukan komunikasi tentang apa tuntutan dan masalahnya tapi tidak pernah ada respon. Untuk itu, pihaknya menolak jika dikatakan tidak ada niat untuk mengajak berdialog.

“Kita tidak menolak, Saya sudah komunikasikan, kirim pesan singkat WA ke mereka juga, tapi tidak ada respon. Mereka menjawab sibuk dan tetap akan demo. Saya ada bukti WAnya, saya fair saja. Tapi tidak apa-apa kita terima jika seperti itu,” jelas Mifti.

Selanjutnya, terkait tuntutan penolakan rencana JIIPE menjadi Kawanan Ekonomi Khusus, akan jelaskan nanti setelah berdialog, ada pihak sendiri yang paham tentang KEK.

“Saya tidak berkompeten. KEK itu ada orangnya sendiri yang mengurus, yang paham. Di sini saya hanya sebatas menjebatani pihak manajemen JIIPE dan masyarakat salah satunya Forkot,” katanya. (tbk/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »