Dapat Amanah Fuad Amin, Relawan Suara Jawara Jatim Dukung Gus Ipul-Puti

Portaltiga.com – Makin banyak saja relawan pendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. Kali ini, relawan Suara Jawara (Jawa-Madura) Jatim mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomor urut 2 di Pilkada Jatim 2018 itu.

Menariknya, dukungan pada Gus Ipul-Puti itu atas perintah mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin. Orang paling berpengaruh di Bangkalan itu, meminta relawan Suara Jawara Jatim untuk mengarahkan dukungan kepada Gus Ipul-Puti.

“Benar kami dapat amanah dari Pak Fuad Amin, agar mendukung Gus Ipul-Puti, bukan Khofifaf-Emil,” kata Ketua relawan Suara Jawara, M Hatta kepada wartawan di sela deklarasi posko relawan Suara Jawara di jalan Pucang Anon Timur II/42, Surabaya, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, sangat wajar bila pak Fuad mengarahkan relawannga untuk mendukung Gus Ipul-Puti. Sebab, pak Fuad pernah menjadi pendukung Soekarwo dan Gus Ipul (KarSa) dalam Pilgub Jatim 2008 dan 2013.

“Pak Fuad ingin Gus Ipul menjadi penerus Pakde Karwo (Soekarwo-red). Saya sendiri sudah lama bergandengan dengan Gus Ipul. Sudah dua periode saya dukung Gus Ipul,” ujarnya.

Dengan deklarasi relawan ini, lanjutnya, akan mudah baginya untuk mengamankan suara Gus Ipul-Puti di Madura dan Tapal Kuda. Sebab, relawan ini juga dihuni para tokoh dan ulama Madura. Mereka lebih mantab pilihannya kepada Gus Ipul dan Puti.

“Dengan Khofifah tidak sesuai dengan hati nurani. Makanya pilihannya jatuh ke Gus Ipul-Puti. Gus Ipul itu orangnya ramah tamah, tidak sombong dan rendah diri,” tuturnya.

Gus Ipul sendiri menyambut baik deklarasi relawan Suara Jawara. Dia meminta relawan ini bekerja dengan sungguh-sungguh memenangkan pilkada. Relawa harus siap berkorban dan berjuang.

“Yang namanya relawan itu relawan, bukan bayaran. Ketemu atau tidak ketemu saya, harus tetap bekerja. Beda dengan tim sukses yang resmi dibentuk untuk mengawal cagub dan cawagub,” ujarnya.

Bersama Puti, Gus Ipul ingin memenuhi cita-cita kabeh sedulur kabeh makmur. Cita-cita itu baru sebagian terwujud. “Di Surabaya serba ada. Coba di Sumenep, tidak semua ada. Ke depan, tidak boleh seperti ini lagi,” katanya. (bmw/abi)

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION