Asyiknya Menyusuri Sungai Musi Dengan Perahu Motor

Portaltiga.com – Sungai Musi Palembang, tak beda jauh dengan sungai Kalimas di Surabaya. Airnya keruh dan berwarna hijau kecoklat-coklatan.

Di tepi sungai, tumbuh tanaman enceng gondok. Disamping kanan kiri sungai juga berdiri bangunan rumah penduduk dan warung makan (kuliner). Yang membedakan hanya lebar sungainya. Lebar sungai Musi tiga kali lipat, bahkan mungkin lebih dari sungai Kalimas.

Namun, sungai Musi punya daya pikat. Wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, pasti tertarik menyusuri sungai sepanjang 750 km itu dengan perahu motor (ketek), speed boat dan bus air.

Untuk lebih merasakan sensasi berbeda dari menyusuri Sungai Musi bisa menggunakan perahu ketek. Di atas perahu, wisatawan bisa melihat langsung rumah yang dibangun di sepanjang sungai Musi, rumah rakit, perahu ketek, speed boat hingga tongkang yang lalu lalang di Sungai Musi.

“Asyik juga, karena menantang. Naik perahu motor, bisa menguji adrenalin. Terutama bagi orang yang belum pernah naik perahu tradisional ini,” tutur Yuni Erawati, wisawatan asal Surabaya yang baru kali pertama naik perahu motor.

Kehadiran para wisatawan itu, membawa berkah bagi masyarakat setempat yang menggantungkan hidupnya dari penyewaan perahu motor. Setiap hari mereka mengais rejeki dari wisatawan yang ingin menyeberang ke pulau Kemaro yang berjarak 6,5 km dari jembatan Ampera.

Hadi, merupakan salah satu warga asli Palembang yang menggantungkan nasibnya dari pekerjaan sebagai pengantar wisatawan. Dia mengandalkan pekerjaan ini untuk menghidupi keluarga, karena sudah tidak memiliki pekerjaan lain.

“Sering juga saya mengantar wisatawan ke pulau Kemaro dengan perahu motor ini. Pas lagi ramai, hasilnya lumayan,” tutur Hadi saat berbincang santai dengan portaltiga.com dari atas perahunya, Minggu (5/11/2017).

Tarif penyeberangan dari jembatan Ampera ke pulau Kemaro tidak terlalu mahal. Setiap penumpang dikenakan tarif Rp 50.000 untuk perjalanan pergi-pulang. Namun, jika pengunjungnya datang berkelompok, tarifnya lebih murah Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu.

“Kadang sepi, kadang ramai. Pulau Kemaro ramai dikunjungi wisatawan pada hari libur. Saya bisa tiga hingga empat kali mengantarkan pengunjung kesini,” tuturnya.

Pulau Kemaro berada di Perairan Musi, Sumatera Selatan. Dari Jembatan Ampera hanya butuh waktu kisaran 15 menit untuk sampai ke pulau yang menyimpan cerita cinta Pangeran Tan Bun An dari China dan Putri Kerajaan Palembang Siti Fatimah ini.

Konon, pulau ini tidak tenggelam walaupun air sungai Musi sedang pasang. Di pulau Kamaro terdapat sebuah vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio), kuil Buddha yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam dan makam dari putri Palembang, Siti Fatimah. (bmw/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION