Aplikasi Jogo Suroboyo Bantu Warga Amankan Pencuri

Portaltiga.com – Aplikasi Jogo Suroboyo yang digagas oleh Polrestabes Surabaya, mendapat respon positif dari masyarakat. Belum lama dilaunching, cukup banyak masyarakat yang mulai memanfaatkan aplikasi tersebut.

Misalnya saja kasus pencurian yang terjadi pada Minggu (28/7/2019) malam, di kawasan Jalan Granting, Surabaya. Pelaku berinisial ME (37) warga Jatisrono Barat nekat mencuri sebuah handphone di rumah Nurul Anwar (50).

Namun aksinya diketahui oleh korban. Pelaku sempat diamankan oleh korban dan masyarakat sekitar. Tetangga korban atas nama Anggri memanfaatkan aplikasi Jogo Suroboyo di handphonenya untuk mengadukan kejadian itu.

Sekitar 5 menit kemudian, polisi tiba di lokasi kejadian. Polisi langsung membawa pelaku pencurian yang sudah 18 kali masuk penjara itu ke Polsek Simokerto.

“Saya tahu aplikasi ini saat dilaunching awal bulan lalu. Terus saya download juga. Ya buat antisipasi dan menginformasikan kejadian-kejadian. Ternyata respon polisi cepat sekali lewat aplikasi ini,” kata Anggri, Senin (29/7/2019).

Keikutsertaan masyarakat dalam memberikan informasi lewat aplikasi ini, juga mendapat apresiasi dari Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho berharap, aplikasi ini semakin membawa manfaat ke depannya.

Tidak lagi datang ke kantor, kata dia, layanan pengaduan kini sudah berada di genggaman masyarakat. Sandi mengatakan, aplikasi ini akan membantu masyarakat yang ada di Surabaya.

“Kalaupun ada masyarakat yang berada diluar wilayah hukumnya melakukan pengaduan, pihaknya akan membantu mengkoordinasikan dengan polsek atau polres setempat,” kata dia.

Sejak dilaunching awal bulan Juli lalu hingga saat ini, tercatat sudah ada 5.300 pengguna aplikasi Jogo Suroboyo. Rata-rata per hari, ada sekitar 30-45 laporan. Paling banyak, layanan yang digunakan adalah panic button dan pengaduan.

“Belum pasti rutin per harinya berapa laporan. Tapi kurang lebih kami terima 30-45 laporan. Baik yang sifatnya masih coba-coba maupun riil,” kata dia.

“Kalaupun ada yang membuat laporan palsu, kami tahu. Karena aplikasi ini daftarnya pakai NIK dan nomor handphone. Jadi kami tahu lokasi pelapornya. Kami lebih ke edukasi untuk pelapor yang coba-coba atau membuat laporan palsu,” tambahnya. (ssn/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION