Umum

Stunting di Tapal Kuda Masih Tinggi, Gus Fawait Serukan Revolusi Putih

Portaltiga.com - Angka stunting di wilayah Tapal Kuda ternyata masih tinggi. Hal ini memicu kekhawatiran para ibu-ibu sehingga mencurahkan isi hatinya pada para wakil rakyat. Anggota DPRD Jatim asal Jember, Muhammad Fawait pun menyerukan Revolusi Putih.

Fawait mengaku banyak menerima keluhan dari kaum emak-emak terkait kasus stunting di Kabupaten Jember yang masih tinggi.  Padahal berdasarkan laporan Pemprov Jatim tahun 2022, secara kumulatif angka stunting di Jatim mengalami penurunan.

Namun di beberapa kabupaten justru angka stunting masih tinggi. Seperti di Kabupaten Jember, Bondowoso dan Situbondo angka stuntingnya masih di atas 30%.

"Jember tepatnya masih di angka 34,%. Padahal  target dari pemerintah pusat adalah di bawah 10%. Tak heran ketika saya ketemu emak-emak di Kabupaten Jember mereka sangat mengkhawatirkan dengan angka stunting tersebut," kata Gus Fawait sapaan akrabnya, Kamis (25/6/2023).

Pertimbangan lainnya, kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, pengetahuan ibu-bu soal soal kehamilan hingga 1000 hari pertama bayi lahir masih minim, sehingga rawan mengalami stunting. 

"Ini juga tak lepas dari angka kemiskinan yang relatif banyak di daerah-daerah yang angka stuntingnya masih tinggi," ujar Gus Fawait.  

Kasus stunting yang tinggi ini, lanjut Fawait, lebih berbahaya dibanding hal yang lain. Alasannya, stunting ini dialami anak-anak balita hingga usia 2 tahun yang mengalami perlambatan pertumbuhan sehingga lebih parah dibanding gizi buruk. Padahal generasi muda adalah masa depan bangsa Indonesia ke depan.

"Bayangkan apabila semakin banyak balita kita yang kategori stunting maka kualitas dari generasi penerus masa depan di Jatim atau di kabupaten tersebut juga menjadi tidak berkualitas atau terganggu. Makanya Fraksi Partai Gerindra akan memperjuangkan persoalan ini di P-APBD 2023 supaya Pemprov Jatim membantu kabupaten yang angka stuntingnya masih tinggi," harap politikus asal Jember.

Baca Juga : 3 Masalah BUMD Harus Diurai untuk Bisa Topang PAD Jawa Timur

Di wilayah Tapal Kuda, Kabupaten Jember tergolong daerah yang memiliki jumlah penduduk terbesar dan dari sisi ekonomi juga sangat mempengaruhi perekonomian Jatim. Artinya, jika terjadi sesuatu di Jember tentu akan mempengaruhi banyak hal di provinsi.    

Kalau angka stunting di Jember tertinggi tentu itu sebuah paradoks. Sebab di Jember ada kampus kampus yang besar seperti Univervitas Negeri Jember, UIN Jember, Politeknik dan lain sebagainya tapi angka stunting terbesar justru ada di sini.  

"Itu juga pertanda kalau Pemkab Jember tidak mampu mengatasi maka Pemprov Jatim bisa membantu dan turun tangan agar angka stunting di Kab Jember dan beberapa kabupaten lain yang tidak mampu bisa dikurangi," harap Gus Fawait.  

Baca Juga : KPU Jatim Tetapkan 120 Caleg DPRD Provinsi Jatim Terpilih

Selain sosialisasi yang sudah direncanakan Pemprov Jatim terus digencarkan, Fraksi Partai Gerindra juga menawarkan ide untuk melakukan Revolusi Putih seperti yang digagas oleh Ketum Partai Gerindra Prabowo Prabowo.

"Revolusi Putih itu adalah dengan memberikan susu kepada balita di daerah daerah. Ide ini mungkin menjadi salah satu yang bisa ditiru oleh pemprov untuk membantu pemkab di Jatim. Namun mengatasi stunting tidak cukup hanya mengandalkan faktor gizi belaka karena stunting ini lebih komplek dibanding dengan gizi buruk," ungkap Fawait.    

Revolusi Putih itu juga menjadi salah satu sumbangsih dari Fraksi Gerindra untuk ikut serta memikirkan bagaimana stunting di Jatim bisa menurun karena angka stunting di Jatim masih di kisaran 19%. Sedangkan target dari pemerintah pusat adalah di bawah 14%. 

"Ini merupakan sumbangsih Fraksi Gerindra melalui ide revolusi putih yang akan diperjuangkan di P-APBD 2023. Tujuannya supaya Pemprov Jatim bisa membantu kabupaten kota yang tidak mampu mengatasi kasus stunting di daerahnya," pungkas bendahara DPD Partai Gerindra Jatim.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait