• Rabu, 08 Feb 2023 21:13 WIB

Survei SRS: 28,1 Persen Publik Inginkan Capres Berlatar Belakang Militer

Survei SRS: 28,1 Persen Publik Inginkan Capres Berlatar Belakang Militer
Tony Prawira Adi, salah satu peneliti senior SRS. (Foto: ist)

Portaltiga.com - Lembaga survei Surabaya Research Syndicate (SRS) merilis hasil survei terbaru tentang “Kecenderungan Perilaku Pemilih Calon Presiden (Capres) dan Partai Politik (Parpol) Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Khususnya mengenai publik menginginkan Capres berlatar belakang militer.

Hasilnya, sebanyak 28,1% responden menghendaki calon presiden RI 2024-2029 nanti adalah seorang tokoh yang berlatar belakang militer (TNI).

Ketika SRS menanyakan kepada responden, Presiden RI periode 2024-2029 nanti sebaiknya seorang tokoh yang berlatar belakang apa, latar belakang militer atau TNI memuncaki urutan pertama, diikuti berlatar belakang politisi 20,7%.

Lalu 18,2% responden menginginkan calon presiden RI mendatang berlatar belakang akademisi dan 14,8% lebih mendambakan calon presiden yang berlatar belakang ulama.

“Sementara latar belakang pengusaha memeroleh 8,1%, latar belakang lainnya 1,8%, dan sebanyak 8,3% responden tidak memberikan jawaban," ujar Tony Prawira Adi, salah satu peneliti senior SRS, Sabtu (4/12/2022).

Menurut analisis SRS, secara obyektif yang mempengaruhi persepsi publik dalam menilai tokoh yang layak menjadi Presiden RI periode 2024-2029 berdasarkan latar belakangnya.

Latar belakang militer atau TNI, misalnya, mengapa dalam berbagai riset lembaga survei selalu menempati posisi teratas latar belakang capres yang disukai, tidak dapat disangkal karena ada beberapa sejumlah nama berlatar belakang militer masuk dalam kabinet atau posisi yang strategis. Ini adalah faktor obyektif yang memengaruhi persepsi publik.

Survei SRS dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 14 November 2022 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.

Jumlah sampel sebesar 1200 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error +/- 2.8 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner. (ars/abi)