• Senin, 30 Jan 2023 09:37 WIB

Pimpinan DPRD Surabaya Dorong Pemkot Tangani Korban Kebakaran Kedondong Kidul II

Pimpinan DPRD Surabaya Dorong Pemkot Tangani Korban Kebakaran Kedondong Kidul II
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Kedondong Kidul

Portaltiga.com – Kebakaran hebat melanda di kawasan pemukiman warga di Jalan Kedondong Kidul II pada Sabtu (5/11) lalu. Sejumlah bangunan ludes dilahap di jago merah.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti memberikan perhatian atas kejadian tersebut. Ia mendatangi lokasi kebakaran dan ingin memastikan kondisi warga yang terdampak.

Ia juga ingin mengetahui penanganan yang sudah dilakukan Pemkot. “Warga yang rumahnya terbakar ini mayoritas adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka harus mendapat penanganan yang baik dan cepat,” ujarnya.

Menurutnya, dari pantauan di lokasi, Pemkot Surabaya sudah bergerak turun tangan. Meski tidak ada korban jiwa, namun dilaporkan 7 rumah kontrakan atau kos dan 3 tempat tinggal pribadi terbakar. Dari bangunan yang terbakar itu ditempati 14 KK atau 46-an jiwa.

Penanganan sementara yang dilakukan, mereka ditampung di gedung serbaguna Balai RW untuk penampungan tempat tinggal. “Namun tidak hanya tempat tinggal, bantuan kebutuhan dasar harus diperhatikan. Misalnya, sandang dan pangan,” tambahnya.

Reni menyebutkan Pemkot Surabaya juga perlu memikirkan dokumen kependudukan atau dokumen penting lainnya yang dimiliki oleh para warga ini. Sebab, dokumen kependudukan itu ikut terbakar.

Karena itu, politisi perempuan ini meminta Pemkot Surabaya mempermudah pengurusan dokumen administrasi kependudukan itu. “Pemkot harus proaktif membantu dan menguruskan. Jadi warga nggak rono-rene (ke sana-kemari) mengurus. Jadi didata semuanya, misalnya ijazah, KTP, akta kelahiran, SIM dan lain-lain yang diperlukan,” jabar dia.

Usai meninjau puing-puing bangunan bekas kebakaran, Reni menyambangi para korban terdampak di tempat pengungsian sementara. Ia lantyas berbaur dengan warga di tempat pengungsian itu untuk sekadar menenangkan dan menghibur warga.

Selain itu, Reni juga meninjau kondisi anak-anak di pendopo trauma healing. Ia bersama tim DP3A-PPKB Surabaya melihat anak-anak sedang melakukan kegiatan menggambar dan mewarnai.

Ia menegaskan psikologi para keluarga terdampak, khususnya anak-anak, perlu diperhatikan. Sementara itu, bagi warga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat kebakaran agar tidak dikenakan biaya.

“Penanganan sementara sudah dilakukan. Semoga warga terbantu dan tersolusi untuk kebutuhan tempat tinggal selanjutnya,” terangnya. (adv/tea)