• Senin, 30 Jan 2023 07:53 WIB

Warga Lawang Sulit Jual Produk UMKM dan Kurang Modal Kembangkan Wisata

Warga Lawang Sulit Jual Produk UMKM dan Kurang Modal Kembangkan Wisata
Siadi usai menggelar reses di Lawang, Kab. Malang. (Foto: ist)

Portaltiga.com - Pendampingan terhadap masyarakat dilakukan secara berkelanjutan oleh anggota DPRD Jatim Siadi. Pada masa reses III 2022, ia menindaklanjuti hasil jaring aspirasi masyarakat sebelumnya.

"Reses kali ini adalah tindak lanjut dari reses sebelumnya. Aspirasi terbanyak dan hingga kini belum terlaksana adalah pelaku UMKM ini minta difasilitasi produknya," kata Siadi usai serap aspirasi dengan warga Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (14/10/2022).

Dilanjutkan, persoalan yang belum selesai itu terutama masalah pangsa pasar. Produksi rumah tangga banyak menjamur. Tetapi mereka butuh bantuan menciptakan pangsa pasar.

"Nah, beberapa kali kami mencoba untuk komunikasi dengan Disperindag Provinisi tapi masih alami kesulitan. Kami sempat diberi pelatihan. Namun terkait pangsa pasar belum maksimal," terang wakil rakyat dari dapil Malang Raya ini.

Selain masalah tersebut, sulitnya memasarkan kopi untuk tembus mancanegara juga masih terjadi.

"Ada lagi, yang belum bisa pengembangan kopi di wilayah Malang Timur. Itu ada di desa Jeruk, Gading dan Sidoluhur. Di sana memang penghasil kopi. Tapi pemasaran juga belum maksimal," ujar anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Kesulitannya apa? Siadi menerangkan kopi di Malang ini ada yang terkenal, yaitu Ampelgading, Dampit dan Tirtoyudo. Kopi dari ketiga tempatbItu memang ekspor ke Amsterdam.

"Nah kopi di sini masuk di sana (Amsterdam) tidak bisa. Akhirnya kami mencoba untuk didampingi Poktan dari sana. Ternyata ketinggian tanah di atas permukaan laut itu sangat berpengaruh pada kopi. Sebab itu kopi di sini tidak bisa masuk. Solusinya kita pasarkan di wilayah lokal sini," urai politisi kalem ini.

Sedangkan terkait pengembangan wisata juga masih terkendala bantuan yang belum mencukupi. Siadi sudah pernah berkomunikasi dengan dinas terkait namun masih sangat kurang untuk pengembangan wisata.

Namun demikian, ada pula hasil dari serap aspirasi masyarakat ini telah berjalan.

"Salah satunya ada air sumber, di Kalirejo Sumberwaras ini alhamdulillah terlaksana. Melalui program provinsi, Jasmas. Kita buat kolam renang. Dikelola Pokmas. sekarang sudah ramai," ungkapnya. (zaq/abi)