Ketua Komisi A Warning Kepala Dinas yang Rangkap Pj Kepala Daerah Tak Cueki Rapat di DPRD Jatim

Ketua Komisi A DPRD Jatim Adam Rusydi. (Foto: ist)

Portaltiga.com - Ketua Komisi A DPRD Jatim Adam Rusydi mengingatkan kepala dinas di Pemprov Jatim yang merangkap jabatan sebagai Pj kepala daerah (bupati dan wali kota) tidak cuek. Mereka harus tetap melaksanakan tugasnya sebagai kepala dinas, yang terkait rapat-rapat di DPRD Jatim.

Adam Rusydi mengaku telah mendapat banyak keluhan dari komisi-komisi bahwa para kepala dinas yang merangkap sebagai Pj tidak hadir pada rapat komisi, dan mewakilkan kepada bawahannya.

"Saya menerima banyak keluhan dari komisi-komisi di DPRD Jatim. Para kepala dinas yang menjadi Pj bupati wali kota sering tidak hadir dan menyerahkan pada utusan atau perwakilanya," ungkap Adam, Rabu (5/6/2024).

Akibat ketidakhadiran tersebut, akhirnya banyak keputusan yang tidak bisa diambil. Banyak keputusan yang mengambang karena utusan ini tidak bisa mengambil keputusan.

"Sebab utusannya tidak punya hak," lanjut Adam.

Agar kondisi ini tidak berdampak pada kebijakan-kebijakan yang tentu berpengaruh pada kepentingan masyarakat, Adam berharap agar Pj Gubernur dan PJ Sekdaprov segera mengingatkan bawahannya yang rangkap jabatan itu.

"Pembahasan di DPRD Jatim, di komisi ataupun di badan itu kan sangat penting untuk masyarakat Jatim. Kita berharap PJ Gubernur mengingatkan tugas utamanya," harap Adam.

Baca Juga : 3 Kepala OPD Rangkap Jabatan jadi Pj Bupati, Rohani: Jangan Abaikan Tugas Utama

Politisi Golkar ini mengaku para Pj bupati dan wali kota ini tidak terlena dan lantas menomorduakan tugasnya sebagai kepala dinas.

"Semoga segera diingatkan agar tidak lupa tugas utamanya," tambahnya.

Baca Juga : Sengketa Lapangan Golf Gunungsari Happy Ending Dimediasi Komisi A DPRD Jatim

Jika imbauan ini tidak diindahkan, kata Adam, dewan akan bersikap tegas dan menyampaikan siapa saja yang tidak datang saat diundang rapat Komisi.

"Kami akan mendisiplinkan kepala dinas yang merangkap Pj yang tidak hadir saat diundang rapat dengan Pj Gubernur dan Pj Sekdaprov untuk dievaluasi," tegas Adam.

Ketua DPD Golkar Sidoarjo paham sebagai Pj memang banyak tugas yang harus dijalankan, namun Adam mengingat bahwa tugas utamanya adalah kepala dinas.

"Kami paham tugas menjadi Pj cukup berat namun tugas utama dan awal adalah kepala dinas. Jadi tolong kalau ada undangan rapat ya harus datang. Ketidakhadiran para kepala dinas yang menjabat sebagai bupati wali kota, memang santer jadi rasan-rasan di DPRD Jatim, dan sejumlah ketua fraksi berharap agar para Pj menghargai DPRD Jatim," pungkasnya.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru