portaltiga.com
Intermezzo

Sesepuh PPP Diminta Turun Akhiri Konflik

Surabaya – Guna mengakhiri konflik ditubuh DPP PPP, DPW PPP Jatim dan DPC meminta Para sesepuh PPP diminta turun sekaligus didesak menggelar  muktamar islah. Pasalnya dengan melibatkan para sepuh di PPP bisa netral dan tidak berpihak salah satu kubu
Ketua Majelis Pakar DPW PPP Jatim, Hafid Maksum menegaskan para sesepuh PPP seperti HamZah Haz diminta segera turun dan menjembatani konflik yang ada di PPP. Selain  didesak adanya muktamar islah, langkah ini untuk mengakhiri konflik di elit partai. “yang harus diketahui nama PPP di tengah masyarakat masih bagus. Bahkan masih banyak kader militan begitu juga masyarakat yang mencintai partai Islam ini, jadi kedua kubu harus bersatu demi kebesaran partai,” pintanya usai menghadiri acara Harlah di Kantot DPW PPP Jatim, Jl Raya Tenggilis, Selasa (5/1).
Politisi yang juga mantan Ketua DPW PPP Jatim ini juga meminta kyai haji Maimun Zubair ikut mendorong adanya muktamar islah. Begitu juga para sesepuh partai yang masih berpihak ke salah satu kubu untuk bersikap netral dan menyatukan kedua kubu, jika para sesepuh tetap tidak bersikap netral maka PPP akan sulit untuk kembali bersatu.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Jatim, Musyaffa Noer  menuturkan, akan mengikuti desakan sesepuh partai, karena memang hanya muktamar islah yang bisa dilakukan untuk mengakhiri konflik. “Kepengurusan hasil muktamar jakarta maupun muktamar surabaya telah digugurkan oleh menkumham, artinya ya g saat ini terjadi kekosongan struktur sehingga muktamar islah harus segera dilakukan,” ungkap politisi yang duduk sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Jatim ini.
Musyaffa menegaskan, yang berhak menggelar muktamar islah adalah kepengurusan hasil muktamar Bandung yakni Ketua umum Suryadharma Ali dengan sekjen romahurmuziy, karena ketum berhalangan, maka yang menggantikan adalah para wakil ketua umum. “Diharapkan muktamar islah ini bisa segera terlaksana agar semua bisa bersatu demi kebesaran partai,” ujarnya. (tree)