portaltiga.com
Umum

RSU dr Soetomo Gencar Sosialisasi Bahaya Antibiotik

Portaltiga.com – Masih banyak masyarakat tidak mengerti bahaya penggunaan antibiotik yang tanpa menggunakan resep dokter. Hal ini melandasi RSU dr Soetomo untuk gencar melaksanakan sosialisasi bahaya tersebut.

“Kita akan selenggarakan seminar tentang penggunaan obat secara rasional. Karena, obat bisa merugikan jika tidak rasional. Misalnya antibiotik yang dikonsumsi sembarangan,” kata Direktur RSU dr Soetomo, Harsono kepada wartawan, Rabu (15/11/2017).

Lebih lanjut Harsono menerangkan, penggunaan antibiotik harus sesuai dosis yang diresepkan oleh dokter. Jika orang terbiasa menggunakan antibiotik tanpa resep, dampak jangka panjangnya berbahaya bagi kesehatan. “Jangan sembarang. Berbahaya jika terus menerus dan menyebabkan resistensi,” tegas dia.

Harsono mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak membeli antibitik tanpa resep dokter. “Karena yang tahu dosisnya, berapa banyak, berapa lama, itu dokter yang telah melakukan pemeriksaan terhadap pasien tersebut,” terang Harsono.

Ia mencontohkan, jika pasien tanpa resep minum antibiotik tiga hari karena sudah merasa enak badan, padahal kuman baru mati lima hari, maka itu akan menyebakan kuman resistance. Lama kelamaan jika diteruskan akan menjadi multipel drug resistance (MDR).

“Dalam kaitan ini jika terjadi apa-apa dengan pasien, apotek yang mengeluarkan antibiotik tanpa resep, harus bertanggung jawab. Soal sanksi dan sebagainya itu kewenangan BPOM. Kami hanya mengimbau masyarakat jangan membeli antibiotik tanpa resep,” ujar dia.

Untuk di RSU dr Soetomo sendiri, tidak boleh menjual atau menggunakan obat yang tidak tercantum dalam Formularium Nasional (Fornas). Fornas sendiri adalah  daftar obat yang disusun berdasarkan bukti ilmiah mutakhir oleh Komite Nasional Penyusunan Fornas.

Obat yang masuk dalam daftar obat Fornas adalah obat yang paling berkhasiat, aman, dan dengan harga terjangkau yang disediakan serta digunakan sebagai acuan untuk penulisan resep dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (abi)