portaltiga.com
Headline Umum

Protokol Kesehatan Ketat Dalam Pelaksanaan Pilwali Surabaya

Portaltiga.com – Pilkada di Surabaya menjadi pertaruhan suksesnya pesta demokrasi di tengah pandemi COVID-19. Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan menjadi kunci pada pemilihan yang akan digelar Rabu, (9/12/2020) besok.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya melakukan persiapan yang ketat untuk bisa menerapkan prokes di semua TPS. Setidaknya ada 5.184 TPS yang tersebar di berbagai wilayah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai lebih dari dua juta jiwa.

Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi menuturkan, semua persiapan sudah dilakukan, termasuk prokes di tiap TPS. Semua TPS sudah menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun. Termasuk juga hand sanitizer di beberapa meja.

“Untuk pemilih yang mau mencoblos kami juga menyiapkan sarung tangan plastik. Ada juga sarung tangan medis untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” kata Nur Syamsi.

Ia melanjutkan, untuk bisa masuk ke TPS wajib mengunakan masker. Pihaknya juga menyediakan masker kepada seluruh pemilih dan penyelenggara. Ada juga penutup wajah (face shield) bagi semua penyelenggara.

Sebelum masuk ke TPS, katanya, ada petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh kepada semua pemilih. Jika ada pemilih yang suhu tubuh di atas suhu 37,3 derajat celecius dan penyediaan ruang khusus bagi pemilih yang suhu tubuh di atas suhu 37,3 derajat celcius. Pemilih itu nantinya diantar petugas dengan mengunakan baju hazmat atau alat pelindung diri (APD).

Sebelumnya, penyemprotan desinfektan secara berkala juga dilakukan di semua TPS. Setelah selesai mencoblos, pihaknya juga menyediakan tinta tetes untuk pemilih. Biar mereka tidak mencelupkan jarinya ke tinta seperti coblosan.

“Petugas KPPS meneteskan tinta. Biar tidak terjadi penggunaan tinta yang sama untuk orang yang berbeda,” jelasnya.

Untuk alat tulis, katanya, pemilih diharapkan membawa alat tulis sendiri dari rumah untuk mengisi daftar hadir. Kalaupun tidak menyiapkan, petugas KPPS tetap menyediakan serta langsung disemprot dengan hand sanitizer ketika selesai dipakai.

Kerumunan juga dicegah dengan cara surat undangan pada pemilih disertakan jawal kedatangan ke TPS. Sehingga TPS tidak dibanjiri para pemilih. Posisi kursi yang ada di TPS juga dibuat berjarak sesuai dengan prokes. (ad/tea)