Peringati Hari Pahlawan, GPPRI Gelar Renungan Malam Di Monumen Tugu Polisi

Portaltiga.com-Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke 71 yang jatuh pada tanggal 10 November 2016, organisasi Gerakan Peduli Pejuang Republik Indonesia (GPPRI) menggelar renungan malam untuk mendoakan para pahlawan bangsa, di Monumen Tugu Polisi Istimewa-Surabaya, Rabu (09/11/16). Ketua Umum GPPRI, Martudji, mengatakan, acara pada malam menjelang Hari Pahlawan tanggal 10 November, lebih kepada mendoakan bagi arwah para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdakaan RI dari para penjajah. “Dalam acara doa ini kami mengundang seorang tokoh pejuang kemerdekaan bernama Moekari dari kesatuan polisi, waktu itu dimasa penjajahan jepang beliau ditugaskan atau disiagakan untuk menjadi pasukan garda terdepan semula untuk membela jepang saat ketika sekutu datang.”ujarnya, kepada wartawan, di Tugu Polisi Surabaya, Rabu malam (09/11/16). Ia menjelaskan, Dalam melucuti dan melawan agresi sekutu yang datang di indonesia, segala resiko beliau hadapi termasuk kehilangan kaki sebelah kirinya tanpa takut apalagi pantang mundur bahkan nyawapun menjadi taruhannya berjuang demi merebut kemerdekaan RI bersama para pejuang yang lain. ”Alhamdulillah pucuk pimpinan dari kepolisian RI , Beliau (Moekari) dinobatkan menjadi pahlawan nasional yang masih hidup sekaligus salah satu pasukan dari tokoh Betshu (Bahasa Jepang) artinya polisi istimewa,” kata Martuji. Kita sebagai generasi muda, tambah Tudji, harus bisa mengapreasikan dan menghormati jasa – jasa tokoh pejuang kemerdekaan RI dari kepolisian seperti beliau (Moekari) sampai saat ini ada bersama ditengah tengah kita dalam mengikuti kegiatan acara doa bersama untuk mengenang jasa – jasa pejuang yang telah gugur mendahului kita. ” Selain doa untuk para arwah pahlawan kita, GPPRI malam ini melakukan aksi simpati dengan membagikan bunga pada masyarakat yang melintas di jalan raya polisi istimewa ini,” Pungkasnya.”jelasnya. Sementara itu pendidi GPPRI, Pudji Hardjanto, SH menambahkan, GPPRI yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat mengajak semua anak bangsa bergandengan tangan dengan semangat dan niat yang sama untuk meningkatkan kepedulian terhadap para pejuang Republik Indonesia. “Melalui GPPRI kita satukan cara pandang dan wawasan kita dalam melihat wilayah nusantara yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, sosial budaya, latar belakang ekonomi dan politik, namun tetap satu kesatuan dalam bermasaryakat, berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.”ungkapya. (Trish)  

JOIN THE DISCUSSION