Penjualan Apple di China Anjlok Tajam

Portaltiga.com – Apple Inc harus rela penjualannya di China selama periode liburan akhir tahun anjlok cukup signifikan. Ini dipandang menandai hilangnya momentum Apple di China, sejalan dengan perlambatan ekonomi di negara tersebut.

CEO Apple Tim Cook memandang China sebagai bagian penting penjualan Apple dan strategi manufakturnya. Apple mencatatkan pendapatan sebesar hampir 52 miliar dollar AS di China dan Hong Kong pada tahun fiskal lalu.

Namun demikian, sejalan dengan perlambatan ekonomi yang dialami China, Apple melaporkan penjualan di negara tersebut anjlok 27 persen pada kuartal IV 2018. Ini mencerminkan hilangnya pendapatan Apple sebesar hampir 5 miliar dollar AS.

“Kondisi makroekonomi yang lemah di sejumlah negara berkembang secara signifikan lebih parah dari yang awalnya kami perkirakan, khususnya di China,” kata Cook seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (30/1/2019).

Tidak hanya karena kondisi perekonomian yang tak menguntungkan, merosotnya penjualan Apple di China juga disebabkan bergesernya preferensi konsumen. Saat ini, semakin banyak konsumen China yang berpaling dari produk ponsel Apple yang cenderung mahal ke produk ponsel domestik yang harganya lebih murah, seperti produksi Huawei Technologies Co dan Xiaomi Corp.

“Pengiriman iPhone global turun tajam, karena harga ritel yang tinggi, nilai tukar mata uang asing yang tak menguntungkan, intensnya persaingan dari sejumlah rival seperti Huawei, program penggantian bateria mendorong siklus kepemilikan yang lebih lama, subsidi operator berkurang di sejumlah negara maju, dan terhambatnya permintaan di sejumlah negara berkembang,” ujar Neil Mawston, analis di Strategy Analytics.

Apple pun telah berupaya mengganti kanal pendapatan dari penjualan ponsel ke pendapatan jasa guna mengompensasi kerugian. Cook menuturkan, pendapatan jasa di China meningkat lebih dari 50 persen.

Meski tampaknya kelabu, namun ada beberapa sektor yang menguntungkan bisnis Apple di China. Dua pertiga dari konsumen yang membeli komputer Mac atau iPad selama kuartal IV 2018 adalah pembeli pertama produk itu. Namun begitu, iPhone dipandang masih menjadi produk utama bagi Apple. Dengan demikian, beberapa analis masih tetap kecewa dengan kinerja Apple di pasar yang krusial untuk tumbuh tersebut. “iPhone Apple memiliki masalah di Asia,” terang Mawston. (kompas/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »