Pengungsi Gunung Agung Mulai Khawatir Kehabisan Logistik

28/11/2017
56 Views

Portaltiga.com – Sejumlah pengungsi dampak erupsi Gunung Agung, Bali mulai khawatir karena belum mendapatkan tambahan bantuan logistik. Logistik yang ada merupakan sisa logistik dari pengungsian pertama 22 September lalu.

Kekurangan logistik ini terjadi di posko pengungsian yang berada di beberapa Balai Banjar di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Bali.

Untuk saat ini, bahan makanan untuk para pengungsi di Banjar Yeh Malet sebanyak 800 kg beras dan 10 dos mie instan. Ini diperkirakan hanya bertahan kurang dari seminggu.

“Ya saat ini sudah menipis. Dari pemerintah masih belum ada bantuan turun,” ujar Made Dharma, Kepala Dusun Banjar Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Selasa (28/11/2017).

Dalam sehari, kata Made Dharma, dibutuhkan sekitar 126 kg beras untuk konsumsi para pengungsi dari Desa Duda Utara yang berjumlah sekitar hampir 200 orang.

“Itu hanya untuk makan nasi saja. Sementara lauk kita dari perangkat desa patungan memberikan lauk pauk,” tambahnya.

Sementara masing-masing Balai Banjar, kata Made, dilengkapi dengan dapur umum. Secara bergiliran, para pengungsi memasak untuk makan para pengungsi lain.

Diakui Made, perangkat desa masih belum mendapatkan instruksi dari pemerintah terkait penanganan pengungsi tersebut. Pihaknya hanya bisa memberi makan seadanya, karena bantuan belum kunjung tiba.

“Kami harap secepatnya pemerintah hadir disini. Karena juga banyak anak-anak yang membutuhkan gizi,” harapnya.

Sementara itu, Kadek Suwita (32) pengungsi dari Desa Duda Utara mengaku tak mempermasalahkan makanan seadanya yang diberikan kepada pengungsi saat ini. Pihaknya mengeluhkan sarana dan prasarana seperti kasur yang belum ada.

“Kasihan anak-anak yang tidur di tikar dan karpet. Memang saat ini masih belum ada yang sakit. Semoga saja kuat,” ujarnya. (dtc/tea)

Leave A Comment