Mahasiswa Unair Ajarkan Dunia Maritim Lewat Aplikasi ’Sailor Card’

Portaltiga.com – Indonesia merupakan negara yang dua-pertiga wilayahnya berupa lautan. Karenanya disebut negara maritim. Namun, sungguh miris jika melihat kenyataan bahwa
hanya segelintir anak bangsa yang mengetahui tentang dunia maritim.
Kurangnya wadah pengetahuan kemaritiman itu menjadi faktor utama dari permasalahan
tersebut.

Karena itulah, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga membuat terobosan baru dengan membuat aplikasi smartphone dengan
memadukan gambar 3D (3 dimensi) yang diberi nama Sailor Card.

Aplikasi berbasis Augmented Reality Card itu merupakan proyek tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC). Tim PKM-KC ini dipelopori oleh Desy Intan
Permata Sari, selaku ketua, dan anggota Salma Nada Fauziah dan Farid Naufal Agung.

Dibawah arahan dan bimbingan dosen FPK, Kustiawan Tri Pursetyo, S.Pi., M.Vet., proposal karya tiga mahasiswa Unair ini berhasil lolos seleksi, sehingga mendapatkan dana pengembangan dari pemerintah (Kemenristekdikti) dalam program PKM 2018.

Diterangkan oleh Desy Intan PS, tema edukasi bagi anak-anak dengan adanya aplikasi berbasis Augmented Reality Card ini dapat menjadi panduan belajar dunia maritim yang mudah, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak.

”Dekatnya anak-anak zaman Now dengan dunia gadget sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Hal itu menjadi potensi besar bagi kami dalam upaya mengembangkan edukasi kemaritiman
dengan menggunakan aplikasi ini,” tutur Desy, ketua Tim kepada portaltiga.com (Selasa, 1/8/2018).

Pengertian Augmented Reality sendiri, kata Desy, adalah sebuah istilah untuk lingkungan yang menggabungkan antara dunia nyata dan dunia virtual yang dibuat oleh komputer,
sehingga batas antara keduanya menjadi sangat tipis.

Sistem ini lebih dekat kepada lingkungan yang nyata (real). Karena itu, dalam sistem ini reality lebih diutamakan. Dengan bantuan teknologi Augmented Reality, lingkungan nyata di
sekitar kita akan dapat berinteraksi dalam bentuk digital (virtual).

”Kemudian informasi-informasi tentang obyek dan lingkungan di sekitar kita dapat ditambahkan ke dalam sistem Augmented Reality yang kemudian informasi tersebut ditampilkan diatas layer dunia nyata, seolah-olah informasi tersebut adalah nyata,” imbuh
Farid Naufal Agung, anggota tim.

Dalam aplikasi Sailor ini terdapat tiga informasi yang akan dimunculkan dalam dunia kemaritiman, yaitu klasifikasi, morfologi dan penyebaran. Sedangkan Sailor Card berisikan
15 kartu yang meliputi 5 aspek, yakni ikan pelagis, avertebrata, mangrove, lamun dan kapal.

Sehingga aplikasi tersebut dapat menjadi media yang tepat untuk membantu anak-anak mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi
pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu.

”Kami berharap dari kelima aspek yang dimunculkan pada Sailor Card itu dapat
merepresantasikan dunia maritim dan dapat menjadi media pembelajaran yang edukatif dan kreatif bagi anak-anak,” tambah Desy. (doy/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION