portaltiga.com
Olah Raga

Mahasiswa Pecinta Alam Ubaya Peduli Air

Portaltiga.com, SURABAYA – Air merupakan sumber utama dalam kelangsungan hidup manusia. Jika kebersihan air terganggu, maka kelangsungan hidup manusia otomatis terancam. Sudah banyak kabar beberapa sungai di Surabaya memiliki kualitas air yang buruk.

Hal inilah yang mendasari MAPAUS (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Surabaya) dan pencinta alam Se-Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) mengadakan kegiatan khusus yang bertema “Kebersihan Air Kita Merupakan Jantung Hidup Sehat” untuk memperingati Hari Air Sedunia.

Acara yang bertempat di Taman Bungkul ini cukup menarik minat warga Surabaya untuk berkunjung dan mendengarkan orasi singkat dari panitia. Program peduli air dibagi menjadi tiga kegiatan. Yaitu, pengambilan sampel air baku selama tujuh hari berturut turut di beberapa sungai di Jawa Timur untuk penelitian, melakukan sosialisasi di tempat yang banyak penduduknya serta mengadakan orasi singkat di Taman Bungkul sebagai penutup aktivitas.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas – kualitas sungai bersih,” ujar Uvita KI Mahasiswa Farmasi Industri Ubaya selaku ketua panitia, Kamis (24/3/2016).

Uvita menjelaskan bahwa sungai yang dijadikan pengambilan sampel antara lain sungai Brantas di Mojokerto dilanjutkan dengan salah satu sungai di kawasan Krian dan Sepanjang Sidoarjo dan berakhir di sungai Rolak Ketintang. Uvita menyatakan ketika melakukan pengambilan sampel masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan kualitas air di sungai menjadi tercemar.

Uvita memaparkan bahwa Hari Air sedunia tiap tahunya selalu diperingati dengan cara yang berbeda, seperti tahun lalu kegiatan diperingati dengan melakukan Upacara Air di Sungai Kalimas tepat di depan Monumen Kapal Selam Surabaya.

Pada tahun ini komunitas pencinta Alam Gerbang Kertasusila mengembangkan kegiatan dengan melakukan penelitian dan pengambilan sampel agar dapat membuktikan kualitas air di Surabaya memanglah tercemar.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini kita bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai,” tutup Uvita dengan senyuman.