Libur Panjang, Jumlah Pasien RS Soetomo Diprediksi Turun

Libur Panjang, Jumlah Pasien RS Soetomo Diprediksi Turun

Portaltiga.com: Libur panjang diperkirakan akan berimbas pada menurunnya tingkat kunjungan kasus pasien di Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya. Masyarakat memanfaatkan libur lama tersebut untuk memilih mudik lebih lama.

“Salah satu faktor diprediksinya penunuran kunjungan pasien yaitu hari libur yang lama. Orang akan memilih mudik dalam waktu lama juga,” kata Wakil Direktur Pelayanan Mudik RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (1/7).

Libur masa Lebaran tahun ini berlangsung selama sembilan hari, yang terdiri dari libur panjang disertai cuti bersama, yaitu sejak 2-10 Juli 2016. “Selain itu, sistem rujukan dan jejaring pelayanan saat ini juga dinilainya menjadi salah satu alasan akan menurunnya tingkat pasien yang datang ke IRD,” tambahnya.

Meski RSU dr Soetomo siap menerima pasien yang dalam kondisi sakit berat tanpa dilengkapi surat rujukan, namun jejaring pelayanan antar rumah sakit sangat membantu, sekaligus mengoptimalkan penanganan terhadap pasien.

“Sejak berlakunya JKN, RSU dr Soetomo sekarang di level 3 atau yang berat-berat saja dibawa ke sini. Cuma kalau darurat bisa langsung, artinya tidak harus di RS tipe B atau C dulu. Tapi kalau yang ringan bisa di RS atau layanan kesehatan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan di RSU dr Soetomo, terhitung sejak 2011-2014 tingkat kunjungan pasien meningkat, dan kembali turun pada masa libur Lebaran 2015. Rinciannya, pada 2011 jumlah kunjungan kasus pasien di IRD mencapai 568 pasien, meningkat menjadi 622 pasien pada 2012, kemudian sebanyak 782 pasien pada masa libur Lebaran 2013.

Selanjutnya pada 2014 terus mengalami peningkatan. Bahkan, meningkatnya cukup signifikan menjadi 1.103 pasien. Namun, pada 2105 mengalami penurunan dengan jumlah 984 pasien.

Jumlah tersebut, kata Joni, berdasarkan tingkat kegawatan, yaitu label kuning (gawat darurat ringan), lebel hijau (gawat darurat semu), label biru (mengancam nyawa), dan label merah (gawat darurat berat). “Dari tingkat kegawatan, kunjungan kasus pasien selama libur Lebaran didominasi gawat darurat ringan,” kata dokter spesialis bedah saraf tersebut. (Bmw)

JOIN THE DISCUSSION