portaltiga.com
Politika

Lalai Tangani Bayi Prematur Hingga Meninggal Dunia, DPRD Jatim Ancam Evaluasi Kinerja RS. Soetomo

 

Surabaya: Komisi E DPRD Jatim mengancam akan memanggil direksi pihak RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena tak segera menangani bayi yang lahir prematur hingga bayi tersebut meninggal dunia.

“Kami kecewa sekali pelayanan disana.Ini membuktikan kalau manajemen tak beres dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. Apa mentang-mentang orang tua pasien menggunakan kartu SKTM(surat keterangan tak mampu) pihak rumah sakit mengabaikan penanganan yang cepat dan tepat. Saya ini dokter sehingga tahu betul pelayanan rumah sakit,”ungkap anggota KomisiE dr. Benyamin Kristianto saat ditemui dikantornya, Jumat(19/8).

Seharusnya,lanjut Benyamin, pihak rumah sakit memberikan pelayanan tanpa melihat apakah pasien termasuk orang mampu atau bukan.”Ini menyangkut nyawa manusia. Begitu masuk rumah sakit di gawat darurat langsung tangani medisnya. Dokter jangan dulu ngurusi kondisi ekonomi pasien. Kami akan panggil manajemen,”jelasnya.

Ditambahkan oleh Benyamin, tak hanya itu pihaknya akan merekomendasikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam pelayanan rumah sakit terbesar di Indonesia timur tersebut.”Evaluasimenyeluruh jangan sampai pasien yang kritis tak tertolong banyak jumlahnya gara-gara tak mampu membayar. Sekali lagi saya tekankan menolong nyawa manusia itu lebih utama dahulu daripada ekonomi pasien tersebut,”tandasnya.

Sekedar diketahui,pasangan Mohammad Royhan(25) dan Azizatun Khoiroh(21) warga Tembok Dukuh harus merelakan anak pertama mereka yang bernama Muhammad Zafran meninggal dunia. Hal ini disebabkan karena ketika Zafran yang lahir prematur dirujuk ke RSUD Soetomo Surabaya tersebut ternyata tak kunjung ditangani oleh pihak rumah sakit karena keduanya membawa bayinya ke rumah sakit terbesar di Indonesia Timur tersebut menggunakan SKTM(Surat Keterangan Tak Mampu). Menurut informasi bayi yang lahir prematur tersebut dirujuk dari rumah sakit IBI ke RS dr Soetomo Surabaya tiba di RSUD dr Soetomo pada pukul 4 sore. Namun baru ditangani pihak dokter pada pukul 11.00 WIB malam dan kondisi bayi sudah kritis. (Yudhie)