Headline News
Motor Trail Honda Laris Manis (November 18, 2017 2:54 pm)
Karangan Bunga Lucu Untuk Setnov Dirusak (November 18, 2017 2:18 pm)
Setya Novanto Dapat Karangan Bunga Lucu (November 18, 2017 1:02 pm)
Ini Dia Manfaat Kecambah Bagi Tubuh (November 18, 2017 11:52 am)

Gus Ipul: Melalui Majelis Dzikir, Indonesia Jadi Negara Kuat

06/08/2017
57 Views

Portaltiga.com – Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan majelis dzikir sebagai penopang kerukunan bangsa. Melalui majelis dzikir, Indonesia menjadi kuat dan kerukunan tetap terjaga.

“Sebab melalui majelis dzikir, para kiai mengajarkan kerukunan dan saling menghormati,” ujarnya saat Doa Bersama Pembacaan Manaqib dan Dzikrul Ghofilin dalam rangka Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-72 dan Hari Koperasi ke-70 di KPSP Setia Kawan Nongkojajar, Minggu (6/8) pagi.

Menurutnya, majelis yang dibimbing para kiai dan ulama mampu membuat umat rukun tidak hanya kepada sesama tetapi juga dengan umat beragama lain. Indonesia tetap rukun dan tenang karena adanya partisipasi masyarakat melalui kegiatan doa seperti ini.

Salah satu bentuk kerukunan yang terlihat dalam majelis dzikir yakni para kiai, pemerintah, umat duduk bersama untuk memanjatkan doa. “Duduknya sama semua. Semua umat duduk bersama kyai. Itulah wujud kerukunan dan persatuan Indonesia,” tutur Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Di hadapan para kiai dan umat, Gus Ipul mengharapkan doa agar pemerintah bisa istiqomah dalam menghadapi berbagai permasalahan. “Sowan ke segenap ulama dan kiai untuk mendapatkan keberkahan dan rahmat Allah SWT. Dengan majelis ini, mudah-mudahan sambung terus dan mendapatkan pertolongan Allah SWT,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul menyampaikan, Pemprov Jatim terus melakukan pembangunan dan membuat kebijakan dengan pertolongan Allah SWT. “Saya ingat pesan para kiai. Untuk melakukan pembangunan jangan meninggalkan pertolongan Allah SWT. Usaha membuat kebijakan pertolongan Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah mendatangkan pertolongan Allah SWT dengan mengambilkan kebijakan yang mengurangi kemakziatan. Wujudnya yakni Pemprov Jatim berhasil menutup seluruh tempat prostitusi di Jatim.

“Selama lima tahun Pemprov Jatim bekerja sama dengan kabupaten/kota sehingga 47 tempat lokalisasi bisa ditutup,” tandas mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. (Bmw)

Leave A Comment