portaltiga.com
Intermezzo

DPRD Jatim Bongkar Ketidakberesan Pembangunan Ruang VIP Bandara Abdurahman Saleh Malang

 

Surabaya: DPRD Jatim menemukan ketidakberesan pembangunan ruang VIP di Bandara Abdurahman Saleh Malang yang dibangun oleh Dinas Perhubungan dan LLAJR Jatim. Bangunan yang dikhususkan untuk tamu-tamu VIP tersebut yang menelan biaya Rp 17 M dari APBD Jatim ternyata ada ketidakberesan dalam pembangunannya.

“Kami kecewa sekali saat sidak kesana ternyata kualitasnya dibawah standart. Padahal anggarannya tinggi sekali. Kami dalam waktu dekat akan memanggil Kadishub Jatim,”ungkap wakil ketua Komisi E DPRD Jatim Hammy Wahyunianto saat ditemui dikantornya, selasa(16/8).

Politisi asal PKS ini lalu membeberkan bahwa dari informasi pihak TNI AU bahwa tanah yang dijadikan berdirinya ruang VIP tersebut hanya bersifat pinjam pakai saja.”Saya dapat informasi pihak Lanud Abdurahman Saleh kalau tanah.Sedangkan luas bangunan 900 meter hanya satu lantai,”jelasnya.

Hammy lalu mengatakan untuk proses pembangunannya, pembangunannya melakukan multiyears dibagi dua tahap yaitu pembangunan pondasi atau fisik menelan biaya Rp 8 Miliar dan untuk interior hingga furniture isi dari bangunan tersebut mencapai Rp 9 Miliar.”Tapi faktanya ketika kami sidak kualitas mebeler hingga furniture ruang VIP tersebut dibawah standart,”jelasnya.

Hammy menambahkan pihaknya menyayangkan pembangunan ruang VIP tersebut dibawah standart. Alasannya, peruntukannya juga jarang akan ditempati tamu VIP.”Kamar presiden saja tak layak untuk digunakan. Kami sayangkan karena dari dana segitu besar ternyata hasilnya tak memadai,”tegasnya

Senada dengan Hammy, anggota Komisi D DPRD Jatim Ahmad Hadinuddin merinci dari lantai bangunan VIP tersebut ditemukan menggunakan marmer lokal produksi Tulungagung yang bukan kualitas super.”Saya tahu marmer Tulungagung kualitas nomor satu. Kalau disana yang dipasang bukan yang kualitas nomor satu,”terang politisi asal Partai Gerindra ini.

Tak hanya itu, lanjut pria asal Jember ini, kursi sofa yang ada disana yang dikhususkan untuk Presiden menerima tamu juga dibawah standart.”Bahkan kalau kursi yang dijumpai di DPRD Jatim itu lebih baik kualitasnya daripada kursi disana,”sambungnya.

Ahmad Hadinuddin berharap atas temuan ini, Gubernur Jatim memerintahkan inspektorat melakukan pemeriksaan pembangunan ruang VIP di bandara Abdurahman saleh tersebut.”Kalau perlu BPKP juga turun memeriksa anggarannya. Kalau kami taksir pembangunannya hanya mencapai antara Rp 7 hingga Rp 10 miliar. Tidak sampai Rp 17 Miliar seperti anggaran yang disetujui di APBD Jatim,”pungkasnya. (Yudhie)