Ditelantarkan Kemenag, Guru Roudhotul Athfal Wadul ke Wakil Gubernur Jatim

 

 

Portaltiga.com :Ikatan Guru Raudhotul Athfal (IGRA) mengadukan nasibnya atau wadul kepada Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Sejak keluarnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia Nomor 14  tahun 2016, para guru Roudhotul Athfal (RA) sudah tidak menerima insentif dan tunjangan lainnya dari Pemerintah.

Permendagri tersebut berisi Perubahan kedua atas peraturan menteri dalam negeri Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Kami berharap Pemprov Jatim kembali mencairkan tunjangan sebesar Rp 200 ribu perbulan yang dulu pernah kami dapatkan,” kata Ketua IGRA Jatim, Nurul Hasanah usai bertemu Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di ruang kerjanya, Senin (13/2).

Saat ini, di Jatim berdiri sebanyak 6.880 RA dengan jumlah murid sebanyak 300 ribu serta guru sebanyak 20 ribu. Mereka selama ini hidup mandiri dan dibiayai oleh masyarakat.

Para Guru RA, setidaknya tak lebih dari 50 persen yang sudah mendapatkan tunjangan dari Pemprov Jatim sebesar Rp 200 ribu. Mereka juga menerima tunjangan fungsional dari Kementerian Agama dengan besaran tunjangan sebesar Rp 1,5 juta perbulan.

Akan tetapi tidak semua guru memperolehnya karena terbatasnya dana, Belakangan insentif tersebut dihentikan, karena adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia Nomor 14  tahun 2016. “Tunjangan sebesar itu bagi kami sangat berarti,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Gus Ipul-sapaan akrab Saifullah Yusuf berjanji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan mencarikan solusi agar guru RA tetap mendapatkan insentif sebesar Rp 200 ribu per bulan. “Akan kita carikan solusinya sehingga para guru ini tetap mendapatkan insentif yang layak,” tegasnya.

Menurutnya, di dalam struktural  untuk pembinaan guru Roudhotul Athfal ikut Kemenag. Namun, karena berada di wilayah Jatim maka Pemprov Jatim harus ikut tanggung jawab. “IGRA harus mengirimkan surat kepada Gubernur Jatim agar dicarikan jalan keluar. Menurut saya, semua guru harus dibayar oleh negara,” ujarnya.

Di Jatim, lanjutnya, ada 6.880 RA dengan jumlah guru sekitar 20 ribu, yang menangani kurang lebih 300 ribu murid. Mereka memiliki peran sangat penting dalam membantu pemerintah menciptakan bahan baku yang kemudian siap untuk bersekolah di tingkat lebih tinggi. “Saya harapkan kedepan Roudhotul Athfal juga mendapatkan hak yang sama,” ucapnya.

Terkait peran RA menciptakan bahan baku untuk jenjang lebih tinggi adalah didalam kurikulumnya mengedepankan permainan yang sifatnya memperkuat karakter anak. RA mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, kemampuan untuk memahami kepentingan publik.

”Bagusnya RA adalah anak tidak dibebani tugas yang berat. Oleh sebab itu dengan semakinnya ilmu pengetahuan yang berkembang, RA harus berinovasi dengan kurikulum yang baru dan tepat bagi pendidikan anak usia dini saat ini,” tambahnya. (Bng)

JOIN THE DISCUSSION