Diprediksi Kemarau Panjang, Tiba-tiba Surabaya Hujan Deras, Ini Penjelasannya

Portaltiga.com – Hujan tiba-tiba mengguyur sejumlah titik di Kota Surabaya pertama kalinya sejak Mei 2019, pada Kamis malam (4/7/2019). Padahal sebelumnya diprediksi akan kemarau panjang 90 hari tanpa hujan.

Dari pantauan Kota Surabaya terlihat mendung sejak malam hari. Bahkan hujan rintik sudah turun di Surabaya Timur dan Selatan sekitar pukul 08.30 WIB, dan pukul 10.50 WIB. Hujan cukup deras turun terjadi di kawasan Kaliwaron dan sekitarnya. Jumat (5/7/2019) di kawasan Jalan Indrapura hujan deras.

Stasiun Meteorologi Tanjung Perak menyebut jika hujan yang turun di musim kemarau ini sebagai dampak dari Badai Mun yang terjadi di Cina Selatan.

“Ini kebetulan gangguannya di Cina Selatan, ada Badai Mun atau Tropycal Cyclon (badai tropis), kalau gak salah di Vietnam,” kata Kepala Kelompok Forecester Stasiun Meteorologi Tanjung Perak Surabaya Ari Widjajanto.

Badai tersebut umumnya mempunyai kekuatan angin yang cukup besar. Apalagi jika melewati beberapa lautan maupun pulau.

Ari mengungkapkan, badai tersebut berdampak hingga wilayah Indonesia khususnya di Jawa Timur karena arah angin bertiup ke Barat. Ditambah wilayah Indonesia didominasi oleh pulau.

“Badai ini kalau ke Barat akan melemah, tapi kalau melewati laut akan membesar lagi,” kata dia.

Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi turunnya hujan saat musim kemarau adalah terjadinya atmosfir yang sedang labil. Sehingga angin tersebut tidak tertiup ke arah garis khatulistiwa.

“Kalau labil, uapan air tadi pasti berhenti. Lalu pusaran angin membentuk bloking dari Timur, jadi mandek anginnya, sehingga melambat,” kata Ari.

Ia juga menyampaikan, terjadi turunnya hujan ini diprediksi akan terjadi selama satu atau dua hari mendatang. Karena hembusan angin yang tidak terlalu kencang, menyebabkan gangguan angin ikut berkontribusi atas terjadinya hujan.

“Ya yang pasti, walaupun bergerak ke Barat, tapi sirkulasi anginnya itu berbelokan dan menyebabkan bloking,” katanya. (jnc/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION