Dibangun Di Bojonegoro, Jawa Timur Bangun Bandara Khusus Migas

Portaltiga.com: Kabupaten Bojonegoro bakal memiliki Bandara Khusus Migas. Rencananya, di Bojonegoro akan dibangun Bandara Khusus Migas tahun 2017. Lokasinya, berada di lahan sekitar 195 hektar di Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Rencana pembangunan bandara tersebut terungkap dari penjelasan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan jatim, Mohammad Ardi Prasetya saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (21/1).

Pria yang juga Pj Bupati Mojokerto ini menjelaskan, Bojonegoro mengajukan penetapan lokasi ke Pemprov untuk Bandara Khusus yang akan dibangun, karena UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, menegaskan, bahwa penetapan lokasi lahan diatas 1 hektar harus dengan persetujuan Gubenrur.

Hasil, tim akhirnya memilih lahan hutan seluas 195 hektar di Desa Kunci, Kecamatan Dander, sebagai lokasi bandara khusus Migas Bojonegoro. Setelah dicek, 175 hektar merupakan lahan milik Perhutani dan 21 hektar sisanya lahan milik warga. “Jadi, ini masih awal, karena baru penentuan lokasi,” ucapnya.

Meski demikian, bersamaan dengan penentuan lokasi, tim juga melakukan verifikasi sejumlah dokumen bandara khusus Bojonegoro. Mulai dokumen perencanaan pembangunan, feasibilty study (FS), analisis dampak lingkungan (Andal), hingga sesuai atau tidak dengan tata ruang. “Untuk tata ruangnya ternyata sesuai,” timpalnya.

Untuk itu, Pemkab Bojonegoro diminta membuat schedule pengadaan tukar menukar lahan untuk bandara. Meski tenggang waktunya 294 hari, Pemprov, kata Ardhi minta masalah lahan dipercepat dan tahun ini sudah rampung serta ada persetujuan dari Kemenhut yang lahannya akan dipakai. Termasuk mengganti lahan milik warga.

“Dengan begitu, bulan Maret atau April nanti, penentuan lokasi sudah bisa diajukan ke Gubernur untuk mendapat persetujuan. Dengan dilengkapi semua dokumen yang ada,” tutur Penjabat Bupati Mojokerto ini.

Kabag Pelaksanaan Pembangunan Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim Anwari menambahkan, berdasar dokumen perencanaan yang disampaikan Pemkab Bojongoro, pengadaan lahan untuk bandara khusus Migas akan dilakukan selama tiga tahun, mulai 2016 hingga 2018.

Sementara pembangunan fisiknya dilakukan selama empat tahun, mulai tahun 2017 dan diharapkan tahun 2020 sudah rampung. “Jika sesuai rencana, bandara khusus ini nanti akan dipakai untuk operasionalisasi migas dan bukan untuk bandara komersial,” ucapnya. (Bmw)

JOIN THE DISCUSSION