Intermezzo

Ojok Isin Nggawe Boso Suroboyoan

Portaltiga.com - Ketika kita berkunjung ke suatu daerah, tentu kita akan bertemu dengan orang-orang yang menggunakan bahasa daerahnya dan ini menjadi ciri khas tersendiri.

Dalam kondisi kita bertugas di daerah terpencil pun akan penting jika kita mencoba belajar mengenal bahasa daerah setempat karena ada beberapa manfaat saat berinteraksi dengan mereka.

Bahasa merupakan alat komunikasi manusia untuk menyampaikan maksud dan tujuannya, baik itu menggunakan media suara ataupun tangan dan penting sekali kalau kita bisa mengerti.

Demikian juga dengan bahasa Suroboyoan atau penggunaan dialek arekan. Dialek Arekan atau dikenal juga sebagai bahasa Arekan (menurut wikipedia) atau bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang diucapkan di Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Sidoarjo dan sekitarnya).

Adalah Programa 4 RRI Surabaya yang termasuk membawa misi terus melestarikan bahasa dan budaya Surabaya. Tagline Programa 4 sendiri adalah Suara Budaya Surabaya.

Cak Indra Mahadi , anchor atau penyiar di Pro 4 RRI Surabaya mengatakan bahwa penggunaan bahasa Suroboyoan selalu digunakan dalam penyampaian siaran informasi dan berdialog menyapa para pendengar.

Baca Juga : Peringati HJKS ke-731, Setwan DPRD Surabaya Tampil Pakai Baju Adat di Zebra Cross

"Kabeh kudu mulai dibiasakno maneh nggunakno boso Suroboyoan, pas ngobrol utowo mbahas hal-hal/info seng kaitane karo budoyo Suroboyo. Aku khawatir arek nom-noman saiki mulai isin ngomong boso Suroboyoan. Nek wes isin utowo gak peduli suwe-suwe ngkok ilang Suroboyoane," tambah Cak Indra dengan logat khas Surabayanya.

Pria kelahiran asli Surabaya ini juga menambahkan warga Surabaya diajak kembali berinteraksi menikmati hiburan siaran radio menggunakan bahasa Suroboyoan melalui berbagai program siaran di Pro 4 RRI Surabaya FM 96,8 diantaranya Lontong Balap, Semanggi Suroboyo, Ludruk, Goyang Dangdut hingga Layang Langen. Masyarakat pun dapat mendengarkan melalui streaming rri.co.id dan aplikasi RRI Play Go.

Baca Juga : Ribuan Buruh dan Mahasiswa Unjuk Rasa Depan Kantor Gubernur dan Gedung Grahadi

Memang tidak mudah untuk kita bisa cepat menguasai dan menggunakan Bahasa daerah lain tapi sebagai awal minimal kita mengerti dan bisa mengucapkan kata-kata yang umum dulu, dalam suatu daerah, misal ucapan selamat pagi atau panggilan sapaan kepada seseorang seperti paman, bibi, kakek, nenek dan sebagainya.

Semua orang tentu senang ketika ada orang yang menunjukkan minat pada bahasa mereka. Mereka akan merasa lebih dekat dengan kita dan siap menawarkan bantuan kapanpun kita membutuhkannya.

 

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait