• Jumat, 30 Sep 2022 07:30 WIB

Popularitas Emil Dardak Tak Berdampak pada Demokrat, Emane Rek...

Popularitas Emil Dardak Tak Berdampak pada Demokrat, Emane Rek...

Portaltiga.com - Sosok Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim meski secara popularitas sebagai pimpinan partai paling tinggi hasil survei Surabaya Survey Centre (SSC) mencapai 78 persen, tidak berimbas pada Partai Demokrat yang di pimpinnya. Elektabilitas Partai Demokrat hanya 6,8 persen.

Bila dibandingkan hasil penelitian SSC sebelumnya yakni Maret 2021 elektabilitas Partai yang di Pimpin Agus Harimurti Yudhoyono mencapai 7,7 persen, bulan Januari 2022 naik menjadi 7,8 persen, survey terakhir turun menjadi 6,8 persen.

Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam menjelaskan, merosotnya elektabilitas Partai Demokrat dipicu oleh gaduh Musda Demokrat Jatim, yang kemudian disusul mundurnya menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo, yakni Bayu Airlangga.

"Jelas pengaruh Musda yang ramai-ramainya kemarin. Mundurnya Mas Bayu juga membuat internal PartainDemokrat ini goyah," kata Surokim usai rilis survei SSC di Surabaya, Selasa 30 agustus 2022.

Menurut Surokim, mundurnya Bayu memberi pengaruh cukup besar terhadap merosotnya elektabilitas Partai Demokrat. Sebab mundurnya Bayu juga diikuti para pendukung loyalnya. Dan diakui atau tidak lanjut Surokim mundurnya Bayu cukup memberi pengaruh karena merupakan salah satu kader potensial di Partai Demokrat.

"Mas Bayu kan ya tokoh dengan di belakangnya ada Pakde Karwo. Gerbong kepindahan kader Partai Demokrat ke Golkar itu juga harus diselesaikan PartainDemokrat kalau gak ingin kehilangan ceruknya," ujarnya.

Surokim menyebut, merosotnya suara Partai Demokrat harus bisa dimanfaatkan Golkar. Partai berlambang pohon beringin tersebut saat ini semakin kompetitif dan punya peluang sangat besar menyalip Partai Demokrat.

"Masih ada waktu 1 tahun 6 bulan semua perkembangan masih terjadi. Tapi posisi hari ini Golkar patut menyambut baik karena bisa kompetitif terhadap Partai Demokrat. Ini menarik, irisannya sama antara Partai Demokrat dan Golkar," jelasnya.

"Kalau kemudian ini bisa dikelola dengan baik dan di-maintenance baik, potensi Golkar nyalip dan menjauh dari Partai Demokrat sangat besar. Apalagi Partai Demokrat sekarang proses rekonsiliasi di internalnya," lanjutnya.

Untuk Partai Demokrat sendiri, Surokim melihat tugas berat yang diemban oleh Emil Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. Dengan sisa waktu 1 tahun 6 bulan menjelang Pileg 2024, Emil harus bisa menghilangkan egonya untuk suara Partai Demokrat.

"Ini pertaruhan Mas Emil bagaimana mengkonsolidasikan internal Partai Demokrat, apa bisa mulus atau tidak. Kalau Mas Emil bisa konsolidasi dengan baik, dan merangkul faksi bersebrangan, hasilnya akan baik. Dan Mas Emil harus sering turun sebagai ketua partai, tidak hanya wagub saja," tandasnya. (ars/abi)