• Jumat, 12 Agu 2022 18:43 WIB

Generasi Muda Diajak Berinovasi Bidang Pertanian

Generasi Muda Diajak Berinovasi Bidang Pertanian
Sugeng Pujianto saat melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan tema Bela Negara Melalui Kemandirian Petani dan Kemandirian Pangan di Kabupaten Malang. (Foto: Deasy for portaltiga.com)

Portaltiga.com - Potensi desa di sektor pertanian mulai berkurang, sehingga membuat nilai pertukaran pertanian menurun. Maka itu anggota DPRD Jatim, Sugeng Pujianto mengajak para generasi muda atau anak petani untuk bisa berinovasi dalam pengelolahan pertanian yang ada.

Hal ini disampaikan Sugeng Pujianto saat melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan tema Bela Negara Melalui Kemandirian Petani dan Kemandirian Pangan di Kabupaten Malang, Minggu (31/7/2022).

Sugeng yang juga politisi PDI Perjuangan ini cukup beralasan mengingat data yang ada, luas lahan pertanian di Jatim tiap tahun selalu alami penyusutan. Penyusutan ini dikarenakan banyak lahan yang tidak tergarap karena pemilik lahan sudah tua dan meninggal. Sedangkan anak-anak mereka yang masih muda memilih meninggalkan lahan pertanian dan menjualnya. Mereka lebih banyak memilih bekerja di kota-kota besar dan meninggalkan desanya.

"Maka itu, dalam wawasan kebangsaan ini pihaknya akan mencari solusi bersama-sama bagaimana menumbuhkan kembali minat semangat pemuda di desa untuk bertani. Mengingat potensi bertani ini juga bisa menambah sektor ekonomi, dan pemuda tidak kembali ke kota lagi," katanya.

Ia juga menyampaikan, saat ini kondisi geografis negara Indonesia terutama di Malang ini banyak lahan-lahan pertanian yang belum bisa dikelola secara maksimal. Sehingga salah besar yang mengatakan pertanian tidak memiliki prospek yang menjanjikan.

Agar menumbuhkan minat agar pemuda untuk bertani, pihaknya meminta kepada pemerintah memberikan perhatian khusus dengan melakukan pembinaan dan pelatihan bagaimana cara bertani dengan baik dan benar.

Begitu juga pemerintah juga memberikan subsidi pupuk, dan menjual harga pupuk dengan harga murah, sehingga petani muda bisa tetap di desanya dan tidak lagi pergi ke kota. (wan/abi)