• Selasa, 27 Sep 2022 15:55 WIB

Pemkot Mojokerto Konsisten Tingkatan Anggaran Targetkan Kota Sehat Dan Bebas Kumuh

Pemkot Mojokerto Konsisten Tingkatan Anggaran Targetkan Kota Sehat Dan Bebas Kumuh

Portaltiga.com - Pemkot Mojokerto terus berusaha mewujudkan Kota Mojokerto menjadi Kota sehat dan bebas kumuh. Berbagai program mulai dari bedah rumah warga tidak mampu, pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga pembangunan jamban sehat terus ditingkatkan anggarannya. Dalam program bedah rumah, setiap tahunnya, Pemkot Mojokerto berusaha istikamah. Sudah ada ratusan rumah tidak layak milik warga tak mampu yang terus diberikan bantuan ini. Tak terkecuali pada tahun 2022 ini juga. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bahkan menaikan bantuan senilai Rp 21 juta dari yang sebelumnya hanya Rp 19 juta untuk setiap rumah yang dibedah. "Karena bahan bangunan dan material juga mengalami peningkatan harga," ujarnya, Rabu (26/1/2022) ketika menghadiri acara Musrenbang di Kantor Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon. Dengan ini Ning Ita demikian biasa disapa berharap Kota Mojokerto bisa mewujudkan kota sehat dan bebas kumuh. "Sejak tahun 2019. Setiap tahun kami alokasikan anggaran BRS (Bedah Rumah Swadaya)," bebernya. Menurut dia karena rumah yang layak adalah salah satu indikator kesehatan di masyarakat. Dan ini selaras dengan tujuan Mojokerto sebagai kota sehat. "Tak hanya jasmaninya. Tapi tempat tinggal dan lingkungan harus sehat kalau semua sehat maka ini bisa mendukung Kota Mojokerto kota sehat dan tanpa kumuh," tegas dia. Selain bedah rumah ada juga program bantuan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dari Pemkot Mojokerto. Tahun ini ada 10 bantuan pembuatan IPAL yang tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Mojokerto. Kemudian juga lanjut Ning Ita ada bantuan jamban sehat bagi rumah warga. Dimana satu jamban dibuat untuk satu keluarga. "Semua memiliki jamban dalam rangka mendukung Mojokerto sebagai kota sehat dan kota tanpa kumuh. Setiap tahun kami anggarkan sampai terselesaikan semuanya," tuturnya. "Alhamdulillah secara bertahap jumlah luasan kota tanpa kumuh semakin berkurang. Karena kita intervensi terus lewat IPAL komunal, jamban sehat dan bedah rumah," pungkas istri dari Supriadi Karima Saiful ini. (tea/tea)