• Senin, 30 Jan 2023 07:54 WIB

Dispusip Surabaya Gandeng FIB Unair Lestarikan Kearifan Lokal

Dispusip Surabaya Gandeng FIB Unair Lestarikan Kearifan Lokal

Portaltiga.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya bersama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair dan komunitas pecinta sejarah menggagas pelestarian kearifan lokal Kota Surabaya. Gagasan ini diwujudkan dengan penyusunan ensiklopedia kearifan lokal Surabaya. Kepala Dispusip Kota Surabaya Ir. Musdiq Ali Suhudi mengatakan, penyusunan ensiklopedia kearifan lokal ini menjadi pengungkit pelestarian kearifan lokal Kota Pahlawan. "Ini kita membuat wadah dulu bagaimana nanti bisa kita lengkapi, dan yang melengkapi desain kita adalah tidak hanya pemerintah, FIB, atau komunitas, tapi seluruh masyarakat bisa masuk," jelasnya saat ditemui usai penyerahan naskah entri Ensiklopedia Kearifan Lokal Surabaya dan Penandatanganan Kerjasama Penyelenggaraan Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBR) antara FIB Unair dan Dispusip di Siola Convention Hall lantai 4 Jalan Tunjungan 1-3 Surabaya, Selasa (28/12/2021). Musdiq juga mengatakan, program ini telah dimulai sejak 4 bulan lalu oleh pimpinan dan staf Dispusip Surabaya dengan menggandeng tim dosen dan mahasiswa FIB Unair, serta komunitas Forum Begandring, Roode Burg, Pokdarwis Ampel, Komunitas Sobo Punden, Sanggar Anak Indonesia Merdeka, Komunitas Dolanan, dan berbagai pihak lainnya. Setelah melalui proses pelatihan, penulisan, dan penerjemahan, ensiklopedia yang berfokus pada sepuluh artikel entri ensiklopedia kearifan lokal Surabaya kini diserahterimakan dari FIB Unair kepada Dispusip. Sepuluh artikel entri itu antara lain ritus sedekah bumi, adat sedekah bumi, bangunan cagar budaya, teknologi tradisional, proses memanggang ikan, permainan tradisional, olah raga tradisional, seni, bahasa arek, dan tradisi lisan yang diambil dari berbagai lokasi di Surabaya. "Sudah kita gagas sekitar 4 atau 5 bulan yang lalu, waktu itu kita ingin menyusun kearifan lokal dalam bentuk katalog, pertimbangan kita banyak potensi kearifan lokal yang tersebar di surabaya itu justru aparat wilayahnya tidak tahu, Camat tidak tahu kalau di wilayahnya itu punya cagar budaya, kesenian dan sebagainya," ungkapnya. Konkretnya, masyarakat nantinya dapat mengakses website yang di dalamnya memuat konten ensiklopedia kearifan lokal Surabaya yang dilengkapi virtual tour 360 yang disajikan dalam multibahasa (Indonesia, Inggris, bahasa Jawa-Arek, Jepang, dan Perancis). Ia berharap, dengan adanya ensiklopedia kearifan lokal yang nantinya dapat diakses publik melalui Web dispusib.surabaya.go.id ini mampu menjadi wadah bagi pelestarian kearifan lokal Kota Surabaya yang sesuai dengan amanat UU Pemajuan Kebudayaan No.5 Tahun 2017 tentang inventarisasi dan pemanfaatan budaya. "Kita berharap Surabaya itu punya semacam potret masa lalu, masa kini, sehingga bisa digunakan untuk perkembangan di masa yang akan datang," pungkasnya. Dekan FIB Unair Prof. Purnawan Basundoro mengatakan FIB unair terus berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam Gerakan literasi dan pemajuan kebudayaan. FIB Unair memang dari awal berkomitmen untuk ikut berkontribusi langsung dalam upaya gerakan literasi maupun pemajuan kebudayaan, karena inti pendidikan dan kompetensi FIB ada di situ, ujar Purnawan. Purnawan juga mengatakan, dengan adanya kerjasama ini diharapkan berbagai pihak juga turut terlibat dengan target untuk memajukan kearifan lokal Surabaya. "Nanti diharapkan kedepan semakin berkembang karena aspek kebudayaan Kota Surabaya itu kan sangat banyak, itu yang akan terus kami kembangkan menjadi lebih lengkap, dan ini kemungkinan akan selesai dalam tiga tahun," katanya. Sementara itu, Forum Begandring, salah satu komunitas yang turut andil dalam kegiatan ini, menyambut baik adanya kolaborasi ini. "Forum Begandring Soerabaia insyaAllah akan menyambut gembira dengan serangkaian kegiatan demi kota Surabaya. Kolaborasi adalah kata kunci. Penulisan Ensiklopedia Surabaya adalah langkah dan wujud nyata. Semoga kolaborasi ini akan menginspirasi pihak pihak lain untuk bersama mengukuhkan jati diri kota di tengah kemajuan yang ada," ujar Nanang Purwono dari Komunitas Begandring. (tea/tea)