Prestasi Jeblok, Pelatih Dayung Jatim Disebut Tak Disiplin

Portaltiga.com: Pelatih Dayung Jatim dinilai tidak disiplin ketika melatih atlet dayung. Akibatnya, prestasi atlet dayung Jatim jeblok dalam Pra PON. Dari target 12 emas yang diberikan KONI Jatim, tim dayung Jatim hanya meraih empat emas. Kegagalan tersebut menjadi catatan Tim monitoring dan evaluasi (monev) KONI Jatim. "Prestasi buruk ini tak lepas dari tidak disiplinnya pelatih dayung saat melatih. Padahal, pelatihnya ada tujuh orang," kata Tim monev KONI Jatim, Priyo Catur Widoyono di Surabaya, Rabu (13/1). Dijelaskan, dari pantauan dan laporan yang ada, dayung Jatim memiliki tujuh pelatih dan asisten pelatih. Pelatih itu tersebar di kategori canoeing, kayak, rowing dan Traditional Boat Race (TBR). "Para pelatih telah bekerja sesuai tugas, namun sebagiannya tak disiplin melatih atlet," tuturnya. Dari tujuh pelatih tersebut, dua diantaranya melatih di TBR, dimana mereka jarang melatih para atlet. Selama lima hari dalam seminggu untuk berlatih, mereka tak setiap hari datang melatih atlet. Padahal, status mereka adalah kepala pelatih. "Ada juga asisten pelatih di dayung Jatim, yang juga tak pernah melatih atlet sejak 5 bulan lalu. Padahal, asisten pelatih ini sudah masuk SK untuk puslatda ini," katanya tanpa membeber nama pelatih-pelatih itu. Atas laporan itu, pihaknya memberi meminta pelatih-pelatih itu mau disiplin dan bekerja sesuai tugas, agar kemampuan atlet terus meningkat. Dengan latihan yang terarah, maka prestasi di PON Jabar mendatang bisa meningkat pula. "Tak hanya dengan disiplin saja. Kami juga mengusulkan agar pelatih dayung ditambah, terutama untuk pelatih asing. Ini penting agar kinerja pelatih lebih optimal," paparnya. Terkait tak disiplinnya beberapa pelatih, Bendahara Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jatim, Sugiyo membantahnya. Dia menilai bahwa kinerja pelatih dayung untuk PON Jabar nanti masih optimal. "Mereka masih tetap melatih kok. Mungkin ada yang dianggap tak disiplin, karena ketika kunjungan KONI Jatim ke Malang, ada pelatih yang kebetulan libur sehingga dianggap tak disiplin," ujarnya. Mengenai evaluasi dari monev untuk menambah pelatih asing, pihaknya tak bisa memutuskan. "Kami harus berkoordinasi dengan KONI Jatim, yang menangani atlet puslatda dayung. Tidak bisa kita putuskan sendiri," tandasnya. (Bmw) Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru