Ini Alasan 3 Kepala Daerah Surabaya Raya Akhiri PSBB

Baca Juga : Ketika Asa Petani Rumput Laut di Sumenep Masih Tersekat

Portaltiga.com - Tiga kepala daerah di Surabaya Raya sepakat untuk mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berlangsung tiga kali sejak tanggal 28 April 2020 sampai tanggal 08 Juni 2020. Meski begitu, ketiga daerah di Surabaya Raya ini (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) yang tadi langsung didatangi Walikota Surabaya Trirismaharini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Plt Bupati Sidoarjo Muhammad Nur Syaifudin, tetap akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama 14 hari, sebagai transisi menuju new normal. Tri Rismaharini dalam keterangan setelah pertemuan mengatakan untuk menindaklanjuti keputisan ini, pihaknya sudah menyusun draft peraturan wali kota (perwali) terkait penerapan protokol kesehatan pada masa transisi PSBB ini. Protokol ini akan diterapkan di semua sektor, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, industri, warung kopi hingga toko kelontong. "Kami akan atur (protokol kesehatan) hingga ke tempat terkecil. Karena kami yakin itu cara yang efektif untuk menekan penyebaran Covid-19, kata Risma, dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (8/6/2020). Risma menjelaskan, pihaknya sepakat tidak memperpanjang PSBB lantaran desakan ekonomi. Pihaknya khawatir jika PSBB diteruskan, ekonomi masyarakat kian melemah. Di masyarakat, sendiri kata Risma banyak yang mengeluh atas kebijakan PSBB. Kami harap kita tetap bisa melaksanakan aktifitas ekonomi. Tapi protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat. Nanti akan kami libatkan TNI dan juga Polri, ujarnya. Pendapat sama juga disampaikan Bipati Gresik, Sambari Halim Radianto. Bahkan, kata dia kasus Covid-19 di Gresik mayoritas dari wilayah lain. Kasus yang murni dari Gresik, kata Sambari, hanya 42 kasus. Maka, untuk mencegah penularan COVID-19, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah protokol kesehatan. Selama new normal, masyarakat masih wajib memakai masker, pemeriksaan suhu, cuci tangan menggunakan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan disinfektan, katanya. Untuk memperkuat penerapan new normal, kata Sambari, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan. Tujuannya agar warga taat menerapkan protokol kesehatan, terutama di pusat keramaian seperti mal dan pasar. Sedangkan, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, meski tidak memperpanjang PSBB, pihaknya akan tetap melakukan penguatan dalam pencegahan Covid-19. Penguatan tersebut akan dilakukan di tingkat desa. Desa-desa nantinya diharapkan bisa membentuk kampung tangguh. Saya kira ini yang cukup efektif menekan Covid-19, katanya. Penguatan protokol kesehatan, kata Nur Syaifusin juga akan dilakukan di mal dan perusahaan. Salah satunya dengan pembatasan kapasitas manusia di dalamnya. Pihaknya juga ingin check point di perbatasan untuk dikurangi atau bahkan dihilangkan. New normal kami pilih karena memperhitungkan kondisi warga saat ini. Jika new normal diterapkan, maka warga bisa berangsur beraktivitas normal kembali, katanya. Diketahui, penerapan PSBB di Surabaya Raya tahap pertama mulai diberlakukan pada Selasa (28/4/2020) hingga Senin (11/5/2020). Namun, karena kasus Covid-19 masih tinggi, PSBB dilanjutkan tahap kedua hingga 25 Mei 2020. PSBB juga dilanjutkan hingga tahap tiga 8 Juni 2020. (ars/abi)

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru