Nam Air Mulai Operasikan ATR di Nabire, Dekai, Biak dan Jayapura

Portaltiga.com – Setelah resmi mendatangkan pesawat baru type ATR, mulai 20 Juli 2017 mendatang Nam Air akan mulai melayani beberapa penerbangan rute baru di kawasan Indonesia timur. Rute yang dimaksud adalah Nabire – Biak PP, Nabire – Jayapura PP dan Jayapura – Dekai PP. Nam Air melayani tiga rute baru tersebut sebanyak satu kali setiap hari dengan pesawat ATR 72-600 dengan kapasitas 72 kursi.

Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono dalam siaran persnya Selasa (18/7/2017) kepada portaltiga.com menyatakan keyakinannya bahwa terobosan baru yang dilakukan oleh Nam Air menggunakan pesawat ATR ini dapat membuka koneksitas transportasi udara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Provinsi Papua.

Selain pengembangan bisnis, Agus menambahkan bahwa pembukaan rute diatas juga sebagai wujud nyata dalam merealisasikan misi Nam Air yaitu ‘Merajut Pulau Mendekatkan Jarak’. Beliau menerangkan bahwa tiga rute tersebut memiliki jaringan penerbangan ke beberapa daerah lain di pulau Jawa.

Selain menuju Biak, pelanggan Nam Air dari Nabire kelak dapat menikmati layanan penerbangan lanjutan ke Dekai. Dan untuk pelanggan yang melakukan penerbangan dari Nabire ke Jayapura nantinya dapat menikmati penerbangan lanjutan hingga ke Yogyakarta, Makassar dan juga Jakarta. Layanan tersebut juga berlaku untuk penerbangan sebaliknya. Dan untuk rute penerbangan dari Dekai menuju Jayapura nantinya akan memiliki layanan penerbangan lanjutan ke Surabaya, Jakarta dan juga Nabire. Sedangkan pelanggan Sriwijaya Air Group dari Sorong, Manokwari, Timika dan Merauke yang ingin menikmati penerbangan ke Nabire maupun Dekai dapat menempuhnya melalui penerbangan via Jayapura.

“Dengan adanya layanan terpadu dari Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan Nam Air), maka keinginan untuk mendekatkan jarak antar pulau hingga ke wilayah-wilayah yang paling dalam seperti Kotamadya dan Kabupaten akan dapat dijangkau oleh maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group,” pungkas Agus. (Adi)

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION