• Jumat, 09 Des 2022 10:53 WIB

50 Persen Hutan Mangrove Di Indonesia Rusak

50 Persen Hutan Mangrove Di Indonesia Rusak

Portaltiga.com - Dalam rangka hari Mangrove sedunia yang jatuh tiap tanggal 26 Juli, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Nur Hidayati hari ini, Kamis (26/7/18) dalam siaran persnya mengatakan 50 persen hutan mangrove di Indonesia telah rusak. Indonesia sebagai negara kepulauan, seharusnya menjaga dan melestarikan hutan mangrove karena merupakan ekosistem yang sanfat penting bagi keberlangsungan pulau-pulau yang terdapat di Indonesia. Disaat mangrove sudah dalam keadaan rusak saya rasa butuhkan gerakan massal dalam proses reboisasinya. Proses ini harus dilindungi dan diberikan fasilitasi-fasilitasi oleh pemerintah sehinggaemunculkan inisiatif warga untuk bergerak dan memperbaiki kondisi mangrove, terang Nur Hidayati. Nur Hidayati menambahkan, mangrove merupakan tumbuhan yang memiliki ragam manfaat diantaranya guna mencegah abrasi, menahan gelombang, menyaring air dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekitar karena adanya undang dan kepiting. Walhi berterimakasih dan mengapresiasi upaya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atas usaha dan dedikasinya dalam merehabilitasi hutan mangrove di wilayah Surabaya dan menjadikan sebagai akses nelayan lokal. Pada proses awal sangat tak mudah melawan praktik pemberian izin alih fungsi mangrove. Kawasan hutan mangrove di timur Surabaya nyaris habis pada tahun 1980. Walikota Surabaya pada tahun 2010 mengeluarkan peraturan daerah menghentikan izin alih fungsi ini. Berdasarkan catatan dari 3.600 hektare area hutan Mangrove, hanya 2.500 hektare yang bisa terselamatkan serta menjadi ruang terbuka hijau kawasan konservasi. Nur Hidayati dalam kesempatan yang sama mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian mangrove dengan menjaga ekosistem mangrove dan tidak membuang langsung limbah ke laut karena dapat merusak karang-karang. (doy/tea)