• Jumat, 09 Des 2022 08:45 WIB

Ubur Ubur Serang Wilayah Pantai Yogjakarta

Ubur Ubur Serang Wilayah Pantai Yogjakarta

Portaltiga.com - Wisatawan di kawasan pantai selatan wilayah Yogjakarta diimbau agar berhati-hati tatkala bermain di pantai. hal ini dikarenakan ubur-ubur yang muncul di wilayah Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul. "Saat ini masih ada ubur-ubur di kawasan sekitar Parangtritis. Kami imbau wisatawan untuk berhati-hati karena hewan tersebut mudah bergerak mengikuti ombak," kata anggota SAR Parangtritis, Ali Sutanto, Senin (18/9/2017). Sejak bulan Agustus hingga September ini, telah Banyak wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur yang menyebabkan badan terasa panas, sesak nafas dan gatal. Di wilayah Gunungkidul sendiri sejak awal bulan September telah ada beberapa kasus wisatawan yang tersengat ubur-ubur seperti di Pantai Baron, Krakal dan Sepanjang. Di Pantai Sepanjang tercatat sebanyak lima wisatawan Gunungkidul tersengat ubur-ubur. "Dua dari lima korban sampai menalami sesak nafas dan badan panas," kata Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto. Surisdiyanto menerangkan empat dari lima korban adalah anak-anak. Mereka yakni Sumedi (35) warga Magelang, Naura Palupi (10) dan Galih (12) warga Semarang, setelahnya ada Yoga Pratama (14) dan Kesya (9) warga Magelang. "Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu pukul 07.30 WIB, korbannya Naura Palupi dan Galih. Saat keduanya bermain air di bibir pantai, tiba-tiba keduanya mengeluhkan sakit di bagian kaki," katanya. Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, tim Satlinmas Rescue memberikan pertolongan dengan dibawa ke Posko Satlinmas Rescue. "Setelah kedua korban tertangani. Sekitar pukul 11.30 terjadi lagi, sebanyak tiga wisatawan menjadi korban," katanya. Dia menerangkan memang sekarang ini di sejumlah pantai di Gunungkidul banyak dijumpai ubur-ubur menepi. "Kami sudah memasang rambu larangan (mandi di laut) dan meminta wisatawan berhati-hati dengan ubur-ubur. Tetapi masih ada saja wisatawan yang tak peduli dengan larangan itu," pungkasnya. (dtc/tea)