Portaltiga.com - Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) menanam 500 bibit pohon di kawasan konservasi Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II ADPSI yang digelar di Bali.
Aksi penghijauan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen ADPSI dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem kawasan konservasi. Selain penanaman pohon, ADPSI juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar serta membagikan bibit tanaman buah untuk ditanam warga di pekarangan rumah masing-masing.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, yang hadir di acara tersebut mengapresiasi langkah ADPSI yang menjadikan isu pelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam agenda Rakernas II di Bali.
Menurutnya, kegiatan penanaman pohon di kawasan konservasi Danau Buyan merupakan wujud nyata komitmen para wakil rakyat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
Sri Wahyuni menegaskan, upaya konservasi alam tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau pegiat lingkungan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga legislatif.
“Penanaman 500 bibit pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi simbol tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian alam. Wakil rakyat harus menjadi teladan dalam mendorong kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berpihak pada keberlanjutan,” ujar Sri Wahyuni saat dikonfirmaisi, Rabu (1/7/2026).
Ia menambahkan, keberadaan kawasan konservasi seperti Danau Buyan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, ketersediaan air bersih, serta mitigasi dampak perubahan iklim.
“Jangan sampai kita hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi mengabaikan kelestarian sumber daya alam. Lingkungan yang terjaga adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” tutur politisi Partai Demokrat ini.
Sri Wahyuni berharap semangat konservasi yang ditunjukkan ADPSI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh DPRD di Indonesia untuk semakin aktif menghadirkan kebijakan yang mendukung pelestarian lingkungan.
Baca Juga : Harganas 2026, Sri Wahyuni: Ayah Wajib Hadir demi Generasi Emas 2045
Ketua ADPSI, Buky Wibawa Karya Guna, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Pembangunan yang berkelanjutan harus tetap memperhatikan keberlangsungan alam.
“Dalam semangat pembangunan saat ini, sering kali alam menjadi pihak yang dieksploitasi. Di Bali kami belajar bagaimana pembangunan tetap berjalan, tetapi kelestarian alam juga dijaga melalui konservasi yang ketat,” ujar Buky.
Sementara itu, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, menekankan pentingnya menjaga kawasan Danau Buyan sebagai sumber kehidupan masyarakat Bali, terutama dalam penyediaan air bersih.
Baca Juga : Ancaman PHK Massal di Jawa Timur, Badai Senyap Ancaman Ekonomi dan Stabilitas Sosial
“Kalau danau ini tidak kami rawat dengan baik untuk generasi ke depan, tidak ada gunanya ada hotel bintang lima di Bali selatan. Nanti tidak bisa mandi karena sumber airnya dari sini, yakni Danau Buyan,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, mengapresiasi langkah ADPSI yang turut menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para wakil rakyat di seluruh Indonesia agar semakin berpihak pada upaya pelestarian alam.
“Semoga ini menginspirasi bahwa wakil rakyat yang keren adalah wakil rakyat yang berpihak pada kelestarian alam,” ujar Ratna.
Melalui kegiatan ini, ADPSI berharap kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan terus tumbuh, sehingga pembangunan dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan demi masa depan generasi mendatang.
Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.