Umum

Dampingi Arumi Bachsin di Pembukaan BWBF 2026, Sri Wahyuni Dorong Inovasi Batik Bojonegoro

Portaltiga.com - Pembukaan Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 digelar di Alun-Alun Bojonegoro, Rabu (17/6/2026) malam. Dimeriahkan semarak budaya dan kreativitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Event terbesar di Kabupaten Bojonegoro itu resmi dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur periode 2025–2030, Arumi Bachsin.

"Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026," ujar Arumi Bachsin saat membuka acara.

Kehadiran istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tersebut disambut antusias masyarakat. Rombongan yang terdiri dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Plt Kepala Bappeda Jatim Mohammad Yasin, dan Kepala Biro Perekonomian Jatim Aftabuddin, Arumi berjalan kaki menuju lokasi acara dari Gedung Putih Kompleks Pemkab Bojonegoro.

Menurut Arumi, festival wastra bukan sekadar pameran batik, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan industri budaya lokal yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. 

Arumi mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung pengembangan UMKM, termasuk melalui berbagai inovasi pemasaran digital dan marketplace yang mempermudah pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas. 

"Acara seperti ini sangat penting untuk mengangkat produk-produk unggulan daerah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memeriahkan festival ini karena setiap tahun penyelenggaraannya semakin baik dan semakin meriah," katanya. 

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengatakan festival ini merupakan etalase budaya sekaligus sarana strategis untuk memperkenalkan identitas Bojonegoro kepada dunia. 

"Temanya sangat luar biasa, Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono. Ini menunjukkan cita-cita besar agar batik khas Bojonegoro tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional," ujar Sri Wahyuni.

Politisi asal Bojonegoro itu mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang secara konsisten menjadikan BWBF sebagai ruang promosi bagi perajin batik, pelaku UMKM, dan ekonomi kreatif. 

Menurutnya, batik saat ini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup dan dunia fashion modern yang semakin diminati generasi muda. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi daerah untuk mengangkat produk budaya lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. 

Baca Juga : Harga Pangan Jelang Iduladha Stabil, Sri Wahyuni Dukung Langkah Cepat Pemprov Jatim

"Kalau dulu batik identik dengan pakaian formal atau acara tertentu, sekarang sudah menjadi bagian dari fashion sehari-hari. Anak muda pun bangga mengenakannya. Ini momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperluas pasar batik Bojonegoro," katanya. 

Sri Wahyuni menilai setiap motif batik Bojonegoro memiliki kekuatan cerita yang mampu menjadi daya tarik tersendiri di pasar global. Mulai dari motif yang terinspirasi kekayaan alam, sejarah, hingga budaya lokal, semuanya menjadi identitas yang tidak dimiliki daerah lain. 

Karena itu, ia mendorong agar pengembangan batik tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga diperkuat melalui inovasi desain, pemasaran digital, serta kolaborasi dengan berbagai sektor industri kreatif. 

"Kita harus berani membawa batik Bojonegoro ke panggung yang lebih luas. Tidak cukup hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi harus masuk marketplace, platform digital, hingga pameran nasional dan internasional," tegasnya. 

Baca Juga : DPRD Jatim Minta Pemerintah Daerah Tingkatkan Kewasapadaan Hadapi Hantavirus

Sri Wahyuni juga menyambut positif peluncuran marketplace ekonomi kreatif Bojonegoro bertajuk Dodolan Ekraf yang digagas Pemkab Bojonegoro. Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci agar produk-produk lokal mampu bersaing di tengah persaingan global. 

"Langkah ini sangat tepat. Pelaku UMKM dan perajin batik harus didorong masuk ke ekosistem digital agar pasar mereka tidak hanya Bojonegoro atau Jawa Timur, tetapi bisa menjangkau seluruh Indonesia bahkan luar negeri," ujarnya. 

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua Dekranasda Bojonegoro Dr. Hj. Cantika Wahono, jajaran Forkopimda, kepala OPD, hingga pelaku UMKM turut hadir memeriahkan pembukaan festival yang telah menjadi agenda budaya tahunan tersebut. 

Sebanyak 109 stan meramaikan pameran, terdiri dari 69 stan indoor dan 40 stan outdoor yang menampilkan beragam produk batik khas Bojonegoro, kerajinan tangan, hingga kuliner unggulan. 

Tak hanya pelaku usaha lokal, sejumlah peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah juga turut berpartisipasi, menjadikan festival ini sebagai ajang kolaborasi sekaligus promosi produk kreatif lintas daerah. 

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 akan berlangsung hingga Sabtu (20/6/2026). Selama empat hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi berbagai kegiatan menarik mulai dari fashion show batik, lomba mewarnai dan menggambar, lomba mendongeng, workshop kreatif, hingga hiburan musik dari band lokal maupun nasional.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait