• Jumat, 09 Des 2022 08:21 WIB

Kiai Marzuki: Yang Punya Komitmen dan Mampu Mengakomodir Kader NU adalah PKB

Kiai Marzuki: Yang Punya Komitmen dan Mampu Mengakomodir Kader NU adalah PKB

Portaltiga.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar didukung dan didoakan para ulama dan habaib agar betul-betul dapat menjadi Presiden Indonesia di 2024 mendatang. "Gus Muhaimin semoga Allah SAW mentakdirkan kepada beliau apa yang Allah takdirkan untuk Tolud saat terjadi suksesi di zamannya," kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar saat menghadiri acara doa bersama ulama dan habaib untuk perdamaian dunia, di hotel Dyandra Surabaya, Minggu (22/5/2022). Kiai Marzuki mengatakan, Indonesia sudah sedemikian rupa dibangun di atas jerih payah dan doa para ulama. Peran ulama NU begitu besar atas bersatunya Indonesia yang multi kultural ini. Oleh karenanya, memilih pemimpin bumi Nusantara ia katakan tidak boleh sembarangan, harus terpikirkan secara terukur dan matang. Tentunya sosok yang sejalan dengan semangat perjuangan semangat NU, sejalan dengan akidah ahlus sunnah wal jama'ah (Aswaja). "Jangan serahkan nasib negara kepada kekuatan politik yang tidak sejalan dengan NU. Apalagi bisa membahayakan masa depan negara," tegas Kiai Marzuki. PKB secara khusus memang dilahirkan dari rahim NU. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang ini pun bersyukur atas hal tersebut. Sebab, NU sudah dianugerahi kekuatan politik dengan identitas idiologi, akidah bahkan asasnya sama persis dengan NU. "(PKB) sangat berkomitmen untuk memfasilitasi, mendukung dan mengakomodir kader-kader NU. Kita dianugerahi partai yang dari dulu, diekspos atau tidak tetap berkhidmad kepada NU," tuturnya. Kiai Marzuki berharap, masyarakat tidak sembarangan dalam memilih kekuatan politik. Partai politik yang dipilih harus yang paling besar maslahatnya kepada masyarakat, paling tinggi kepeduliannya kepada NU dan dapat menjaga akidah aswaja. Siapakah partai politik itu? "Kata Kiai Agus Ali adalah PKB," ujarnya. (abd/abi)