• Minggu, 27 Nov 2022 04:44 WIB

Anas Karno Pantau Harga Kebutuhan Pokok 7 Pasar di Surabaya

Anas Karno Pantau Harga Kebutuhan Pokok 7 Pasar di Surabaya

Portaltiga.com - Legislator Komisi B DPRD Kota Surabaya meninjau harga kebutuhan pokok jelang bulan ramadhan. Tujuh pasar yang ada di Kota Surabaya menjadi sasaran pemantauan. Adalah Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno yang memantau langsung harga kebutuhan pokok di tujuh pasar. Dalam dua hari pemantauan yang dilakukannya, Anas menemukan harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. "Bersyukur, Dua minggu sebelum Ramadhan, harga harga masih stabil," ujar Anas di ruang fraksi PDIP DPRD Surabaya, Selasa (15/3/2022). Anas menyebutkan ketujuh pasar yang didatanginya antara lain, pasar Wonokromo, pasar Genteng, pasar Tambakrejo, pasar Pabean, pasar Keputran, pasar Tembok, dan pasar Pucang. "Bahkan, ini tadi saya cek lagi ke pasar Tambakrejo, harga cabe rawit turun dari 50 sampai 65 ribu rupiah menjadi 48 ribu, rupiah perkilogramnya," terangnya. Sementara untuk harga minyak goreng masih fluktuatif. "Di tujuh pasar tersebut harga berbeda-beda, khususnya untuk minyak goreng kemasan," imbuhnya. Anas Karno menerangkan bahwa dari hasil pantauannya di lapangan, yang masih tinggi, adalah harga daging sapi sekitar yang dijual seharga 120 ribu rupiah/kg. "Harga daging sapi lokal masih sangat tinggi. Kalau bisa pemerintah bisa mengurangi impor daging. Sehingga kestabilan harga bisa terjaga," saran Anas menyampaikan keluhan pedagang. Dirinya menyampaikan, harapannya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas pangannya, secara masif memantau kestabilan harga di pasar. Terlebih rajin dalam melakukan operasi pasar. "Karena secara keseluruhan, operasi pasar sangat efektif untuk memberi kestabilan harga pasar serta meminimalisir spekulan - spekulan yang seringkali mempermainkan harga," beber Anas. Dia menambahkan bahwa kalau ada yang melihat permainan spekulan, bisa menginformasikan kepada dirinya, agar pihaknya bisa segera menindak lanjutinya. "Kalau ada temuan di lapangan atau ada masyarakat yang menemukan kejanggalan. Silahkan disampaikan kepada kami, supaya bisa segera ditindak lanjuti," tegas Anas Karno. (tea/tea)